Seratusan Perlintasan KA Sebidang di Daop 6 Yogya Sudah Ditutup

Ari Purnomo - detikNews
Kamis, 04 Mar 2021 15:41 WIB
Sejumlah pengendara melintas di perlintasan sebidang di Nayu, Solo, Jawa Tengah, Kamis (4/3/2021).
Sejumlah pengendara melintas di perlintasan sebidang di Nayu, Solo, Jawa Tengah, Kamis (4/3/2021). Foto: Ari Purnomo/detikcom
Solo -

Ratusan perlintasan sebidang kereta api (KA) di wilayah Daop 6 Yogyakarta ditutup. Dari ratusan perlintasan sebidang itu di antaranya ada yang berstatus liar atau ilegal.

Saat dimintai konfirmasi, Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Supriyanto, mengatakan setidaknya ada 356 perlintasan sebidang di Daop 6.

"Dari jumlah tersebut 237 di antaranya merupakan perlintasan tanpa penjagaan, termasuk 20 perlintasan liar atau ilegal," kata Supriyanto, saat dihubungi detikcom, Kamis (4/3/2021).

"Sudah 34 perlintasan sebidang KA yang ditutup selama 2020," lanjutnya.

Dirincinya, saat ini total perlintasan sebidang yang sudah ditutup mencapai 111 titik.

Sementara itu dari pendataan Daop 6, dari 356 perlintasan sebidang di Daop 6, 119 perlintasan dijaga oleh petugas PT KAI maupun oleh masyarakat. Dengan rincian yang dijaga oleh PT KAI sebanyak 100 perlintasan dan yang dijaga oleh pihak lain seperti Pemda atau pihak luar sebanyak 19 perlintasan. Sedangkan untuk perlintasan tidak sebidang di Daop 6 ada 27 perlintasan, dengan rincian 14 flyover dan 13 underpass.

Menurutnya, penutupan perlintasan sebidang terutama yang ilegal atau liar akan terus dilakukan secara bertahap. Setiap tahun akan dilakukan pengurangan perlintasan sebidang.

Untuk penutupan perlintasan sebidang ini, lanjut Supriyanto, pihaknya tetap melibatkan pemerintah daerah. Mengingat meski masuk kewenangan PT KAI tetapi pihaknya juga perlu berkoordinasi dengan Pemda.

"Untuk penutupan perlintasan, kita secara bertahap terus berkoordinasi dengan pihak pemerintah daerah," ujarnya.

Lihat juga Video: Resmikan KRL Yogya-Solo, Jokowi: Lebih Cepat dan Ramah LIngkungan

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)