Setahun Corona di RI

Corona di Solo: Korban Pertama di Jateng hingga Pernah Jadi Zona Hitam

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 02 Mar 2021 14:10 WIB
RS dr Moewardi Solo
RS dr Moewardi Solo. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Kota Solo termasuk menjadi daerah awal dengan temuan kasus COVID-19 di Indonesia. Bahkan pasien COVID-19 pertama di Jawa Tengah ditemukan di Solo dan dalam kondisi meninggal dunia.

Kejadian bermula pada 8 Maret 2020 saat RSUD dr Moewardi (RSDM) kedatangan dua pasien yang mengalami demam dan batuk. Kemudian pada 13 Maret 2020, salah satu pasien meninggal dunia dan statusnya belum dinyatakan positif COVID-19.

Baru malam harinya, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah menggelar rapat dan Wali Kota Solo saat itu, FX Hadi Rudyatmo menetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Ternyata pasien meninggal itu terkonfirmasi positif COVID-19.

Diketahui bahwa dua pasien yang dirawat RSDM itu sempat mengikuti sebuah seminar di Bogor. Dari kasus tersebut, ditemukan sejumlah kasus lain berdasarkan hasil tracing.

Kemudian kasus-kasus selanjutnya bermunculan satu demi satu. Pada Minggu (12/7/2020), tiba-tiba kasus bertambah 18 orang dari kalangan tenaga kesehatan.

Sebanyak 18 orang itu termasuk dari 25 nakes yang tengah menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PDSS) Paru Universitas Sebelas Maret (UNS) di RSDM. Atas tambahan itu, Gugus Tugas COVID-19 Solo sampai menyebut Solo sudah menjadi zona hitam.

Zona hitam hanya sebagai istilah karena penambahan yang mengagetkan. Dengan kondisi itu, pemkot kembali melakukan pengetatan.

"Bolehlah dikatakan zona hitam biar masyarakat lebih waspada, biar hati-hatilah. Karena apapun virus ini tidak terlihat," kata Rudy saat ditemui di Balai Kota Solo, Senin (13/7/2020).

Semakin hari, penambahan kasus bertambah hingga 100-an orang positif per hari. Bahkan pada November 2020, penambahan kasus mencapai 1.000 orang positif dalam sebulan.

Pemkot kemudian membuat perubahan aturan terkait sanksi. Pelanggar COVID-19 dihukum membersihkan selokan atau sungai dalam 15-30 menit.

Namun belakangan, kasus di Solo semakin menurun. Pada 1 Maret 2021, penambahan kasusnya 42 sehari. Akumulasi kasus saat ini mencapai 9.508 orang positif. Rinciannya 8.463 orang sembuh, 475 orang isolasi mandiri, 107 orang perawatan dan 463 meninggal dunia.

Tonton video 'Menristek Cerita Perjuangan RI Keluar dari Ketergantungan Impor Alkes':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/sip)