Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi di Yogya, Pemkot Antisipasi Kerumunan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 26 Feb 2021 20:48 WIB
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty)
Foto: Ilustrasi vaksin COVID-19 (AP/Oded Balilty)
Yogyakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut akan meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 massal untuk pedagang Pasar Beringharjo dan pelaku usaha di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, pada 1 Maret mendatang. Pemkot Yogya akan mengantisipasi dan mencegah kerumunan.

"Jadi (Jokowi) hanya dua agenda di sini (Kota Yogyakarta), yang pertama beliau menyaksikan vaksinasi massal untuk pedagang, PKL, pedagang pasar (Beringharjo) dan pelaku usaha Malioboro" kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti saat ditemui di Rumah Sakit Pratama, Kota Yogyakarta, Jumat (26/2/2021).

"Yang kedua, beliau (Jokowi) besok naik KRL dari Stasiun Tugu (Stasiun Kereta Api Yogyakarta) ke Stasiun Solo, cuma itu saja," lanjut Haryadi.

Akan tetapi dari informasi terakhir yang diperolehnya, Presiden Jokowi rencananya juga akan mengunjungi Benteng Vredeburg Yogyakarta dan selanjutnya ke Pasar Beringharjo.

Terkait hal tersebut, Haryadi mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) agar tidak terjadi kerumunan. Pasalnya berkaca dari kunjungan Jokowi di Maumere, NTT, beberapa hari lalu, antusias masyarakat memicu timbulnya kerumunan.

"Kemarin beliau (Jokowi) di Maumere hujan-hujan di sawah kuwi dadi viral ra entek-entek (itu jadi viral dan tidak habis-habis dibahas). Karena itu, akan kami antisipasi sebaik-baiknya besok (saat Jokowi berkunjung ke Yogyakarta)," ucapnya.

Terlebih pasar Beringharjo sendiri merupakan tempat yang setiap harinya berisi banyak orang. Oleh sebab itu, Haryadi sempat mengusulkan penutupan pasar sementara namun Kasatpres menyebut tidak perlu dan berencana membuat barikade agar tidak terjadi kerumunan.

"Jadi tadi dibilang Paspampres akan buat barikade yang oranye itu," ujarnya.

Selain itu, dia meminta kepada warga maupun pedagang pasar untuk wajib memakai masker saat Jokowi berkunjung. Hal itu untuk mengantisipasi jika terjadi kerumunan yang tidak diinginkan.

"Kalau pun toh ada kerumunan yang tidak bisa terhindarkan warga masyarakat saya minta memakai masker. Jangan sampai seperti di Maumere ada yang tidak pakai masker," kata Haryadi.

(rih/mbr)