Pimpinan MTA Ahmad Sukina Wafat, Gibran-Teguh Ucapkan Bela Sungkawa

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 16:34 WIB
Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa resmi ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo terpilih, Kamis (21/1/2021).
Walkot dan Wakil Wali Kota Solo terpilih Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Pimpinan Pusat Majelis Tafsir Al-Qur'an (MTA) Ahmad Sukina wafat pagi tadi. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo terpilih Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa turut mengucapkan bela sungkawa.

Usai mengikuti geladi bersih untuk acara pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo besok, Gibran Rakabuming mendoakan agar amal Sukina semasa hidup diterima di sisi Allah.

"Semoga beliau almarhum Ustaz Ahmad Sukina husnul khatimah," kata Gibran di Gedung DPRD Solo, Kamis (25/2/2021).

Sementara itu, Teguh Prakosa mengatakan dirinya telah dihubungi oleh putra Ahmad Sukina, Muhammad Fathin Habibibullah (Habib) yang mengabarkan kabar duka itu. Dia pun langsung mengucapkan bela sungkawa.

"Tadi saya ditelepon Mas Habib. Atas nama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo terpilih, Mas Gibran dan saya mengucapkan berduka cita atas berpulangnya Ustaz Ahmad Sukina yang sudah menghadap Tuhan. Semoga amal ibadahnya diterima dan diampuni segala dosanya," kata Teguh.

Teguh juga menyampaikan harapan agar keluarga yang ditinggalkan tetap diberi ketabahan dalam melanjutkan kehidupan tanpa keberadaan Ahmad Sukina.

"Untuk keluarga supaya diberi kesabaran, tawakal, ikhlas untuk melanjutkan kehidupan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ahmad Sukina meninggal dunia di RSUD dr Moewardi (RSDM) Solo sekitar pukul 03.36 WIB. Habibibullah mengatakan ayahnya dirawat sejak Rabu (24/2) siang.

"Kemarin tiba-tiba tidak sadarkan diri. Menurut tim dokter RSDM ada gejala stoke. Tapi selama ini belum pernah ada gejala, beliau tampak sehat-sehat saja," kata Habib siang ini.

Setelah keluar dari rumah sakit, jenazah disemayamkan di barat kantor pusat MTA untuk disalatkan. Salat jenazah dilakukan dengan protokol COVID-19. Jenazah tetap berada di dalam ambulans.

Begitu pula saat berada di Kaliboto, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, pemakaman dilakukan menggunakan protokol COVID-19.

(ams/sip)