Round-Up

Banjir Mengagetkan Menggenangi Kantor Ganjar

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 08:01 WIB
Kompleks kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng) di Kota Semarang kebanjiran sore ini. Sejumlah motor dan mobil tak luput terendam banjir.
Kompleks Kantor Gubernur Jateng saat terendam banjir kemarin. (Foto: Angling Adhitya Purbaya)
Semarang -

Banjir di Semarang akibat hujan lebat sore kemarin yang mengguyur Kota Semarang cukup mengagetkan. Hal itu karena membuat sejumlah ruas jalan mendadak tergenang termasuk halaman parkir kawasan kantor Gubernur Jawa Tengah yang tidak pernah kebanjiran sebelumnya.

Peristiwa Hujan sangat lebat terjadi hari Selasa (23/2) kemarin sekitar pukul 16.00 WIB mengguyur wilayah pusat Kota Semarang. Jalan utama seperti kawasan Simpang Lima dan Jalan Pahlawan terendam bahkan sempat ada pengalihan arus lalu lintas.

Sementara itu di parkiran belakang dan gedung B kantor kawasan Kantor Gubernur Jateng kebanjiran, bahkan puluhan mobil dan motor terendam. Sekitar pukul 17.00 WIB intensitas hujan mulai berkurang hingga akhirnya reda.

Ruas jalan protokol yang sempat tergenang banjir pun juga cepat surut. Di kawasan Gubernur Jateng juga surut setelah saluran menuju selokan dijebol untuk diperlebar.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang baru pulang dari kunjungan kerja ke luar daerah langsung menuju kantornya untuk mengecek kondisi pasca banjir dan mempertanyakan penyebabnya.

"Saya kaget aja mosok kantor gubernur banjir. Agak aneh. Saya tanya BMKG, hujannya cukup lebat, saya minta cek kirimannya dari mana. Agak aneh karena baru terjadi hari ini. Saya minta semacam audit air datang dari mana, karena kalau dari sekitar sini saja tidak mungkin segede itu," kata Ganjar saat memantau kompleks kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Selasa (23/2/2021).

Ia sempat mencecar pertanyaan kepada pihak proyek pembangunan gedung DPRD Jateng yang letaknya masih satu kawasan. Pembangunan gedung DPRD Jateng itu persis di samping gedung B kantor Gubernur Jateng. Ganjar datang ke lokasi proyek dan menanyai pihak kontraktor. Ia menanyakan soal tanggul yang membatasi kawasan gedung B dan lokasi proyek.

"Di parkiran air tidak bisa kelurahan, impossible, pasti ada tersumbat. Ketahuan, pembangunan gedung DPRD ini. Karena ternyata antar bangunan ini (gedung B) sampai dengan pintu pagar di sana yg di bawah dipakai untuk jalur parkir termasuk seandainya air lewat, posisinya sudah miring.. Ternyata ada tanggul kecil yang nutup antara gedung ini sampai pagar sana. Sempat dijebol tadi. Tanggulnya kecil sekali sebetulnya, beberapa sentimeter untuk dudukan pagar ternyata berdampak," jelas Ganjar.

Ganjar juga meninjau saluran air sampai ke saluran di gedung Dharma Wanita dan Masjid At-Taqwa lingkungan Pemprov Jateng yang ada di belakang. Menurutnya, saluran mengalami pendangkalan dan ada sampah.

"Pukulan keras debit air tinggi (alirannya) satu lurus, satu belok kanan. Yang kanan tidak kelihatan karena selokan tertutup tidak kelihatan, ada yang ada ram-raman besi, kelihatan ada sedimentasi. Saya minta malam ini dikeruk. Takutnya selokan yang tidak kelihatan itu ternyata tersumbat. Kalau bisa diambil sampahnya harapannya bisa lancar," ujar Ganjar.

Sebagian besar genangan banjir di Semarang pada malam hari memang sudah surut namun kawasan Kota Lama Semarang termasuk Stasiun Tawang Semarang masih ada genangan walau tidak tinggi. Selain itu genangan masih terjadi hingga malam antara lain di bawah jembatan tol Kaligawe dan sebagian Genuk.

Terkait hujan lebat dan potensi banjir pada hari Selasa (23/2) sebenarnya sudah diprediksi oleh BMKG. Hujan lebat di Jawa Tengah bahkan masuk kategori 4 dan 6 yang artinya memiliki impact dengan tingkat medium.

Ini video 'Kompleks Kantor Gubernur Jateng-Simpang Lima Kebanjiran':

[Gambas:Video 20detik]



(alg/mbr)