Bupati Klaten Soal Gedung Rp 90 M: Layak Dinamai Grha Megawati

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 19 Feb 2021 11:59 WIB
Grha Megawati Klaten
Grha Megawati Klaten senilai Rp 90 miliar. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Bupati Klaten terpilih, Sri Mulyani, angkat bicara berkaitan pembangunan gedung pertemuan senilai Rp 90 miliar. Mulyani menilai gedung itu layak dinamakan Grha Megawati.

"Gedung itu memang Grha yang rencananya kalau memang diperkenankan oleh Ibu Megawati, akan saya namai Grha Megawati. Karena gedung itu memang sangat layak lah kalau dinamai sesosok Ibu Megawati, presiden ke-5 RI agar orang tahu sejarah," jelas Sri Mulyani pada detikcom, Jumat (19/2/2021) siang.

Sri Mulyani adalah Bupati Klaten periode 2015-2020. Dalam pencalonannya di Pilkada Serentak 2020 lalu, politisi PDIP tersebut kembali terpilih sebagai bupati namun saat belum dilantik.

Sri Mulyani mengatakan gedung yang didanai APBD Klaten tersebut adalah gedung pertemuan. Peruntukannya adalah untuk semua masyarakat dan dibangun untuk masyarakat.

Gedung tersebut, sambung Sri Mulyani merupakan gedung serbaguna yang dibangun tidak ada aturan yang dilanggar. Dari proses perencanaan, penganggaran sampai pelaksanaan sudah sesuai aturan.

"Mulai proses perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan semua sudah sesuai aturan. Dan kami pada saat akan membangun juga ada survei dan mayoritas masyarakat mendukung," terang Sri Mulyani.

Lebih lanjut dikatakan Sri Mulyani, masyarakat mendukung sebab memang belum ada gedung di Klaten yang memadai untuk acara. Dengan kapasitas ribuan orang dan lahan parkir yang luas.

"Karena Pemda dan Klaten sendiri belum ada gedung yang layak dengan kapasitas 3.000 dan lahan parkir yang memadai. Intinya itu gedung untuk masyarakat," papar Sri Mulyani.

Dari sisi anggaran, tegas Mulyani, pembangunan gedung itu murni dibiayai APBD. Tidak ada sumber dari pihak lain.

"Anggaran murni dari APBD, tidak ada pihak lain, Grha Megawati ini didanai murni APBD. Rencana peresmian tidak sesuai target karena ada pandemi," sambung Sri Mulyani.

Gedung itu, imbuh Sri Mulyani, mestinya tahun 2020 sudah selesai tapi karena ada pandemi dan penanganan COVID akhirnya tahun ini baru disempurnakan lagi. Tahun 2022 rencananya akan diselesaikan.

"Insyaallah kalau ada anggaran longgar tahun depan kami selesaikan semua. Tahun ini baru menyelesaikan masjid dan ruang cateringnya tapi kalau selesai total lengkap ya habisnya sekitar Rp 88 miliar-Rp 90 miliar," jelas Sri Mulyani.

Sebelumnya diberitakan, nama gedung Grha Megawati di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ramai disebut di media sosial belakangan ini. Nama gedung itu disinggung saat netizen ramai membahas pembangunan museum SBY.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) Klaten, Pramana Agus Wijanarka, tidak membantah Pemkab sedang membangun gedung pertemuan tetapi belum resmi dinamakan Grha Megawati.

"Secara resmi belum (diberi nama Grha Megawati), kan belum ada peresmian," ungkap Pramana kepada detikcom lewat pesan singkat, Kamis (18/2).

(sip/mbr)