1.074 Hektare Lahan Tanaman Padi di Klaten Terendam Banjir

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 14:47 WIB
Lahan padi terendam air di Desa Jiwo, Kecamatan Wedi, Klaten, Jumat (5/2/2021).
Lahan padi terendam air di Desa Jiwo, Kecamatan Wedi, Klaten, Jumat (5/2/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Lahan tanaman padi seluas 1.074 hektare di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terendam banjir. Peristiwa itu setelah wilayah Klaten diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam empat hari terakhir.

"Data terakhir lahan padi yang terendam mencapai 1.074,1 hektare di 10 wilayah kecamatan. Mudah-mudahan tidak sampai puso," kata Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Pemkab Klaten, Erni Kusumawati, saat ditemui detikcom di kantornya, Jumat (5/2/2021).

Erni menjelaskan jumlah luas lahan terendam itu terhitung sejak curah hujan tinggi dan mulai menyebabkan tanggul jebol. Tanggul jebol pertama di Kecamatan Cawas pada 2 Februari 2021.

"Sejak tanggal 2 Februari datanya kita himpun sampai hari ini. Ini semua data masih kita himpun dan tim masih di lapangan setelah Kamis (4/2) malam beberapa wilayah juga terendam," ungkap Erni.

Menurutnya rendaman air itu disebabkan banjir dan luapan akibat intensitas hujan tinggi. Dinas saat ini masih mendata lahan yang terdampak di lapangan.

"Kita data, termasuk untuk mengetahui apakah petani ikut asuransi usaha tani padi (AUTP) atau tidak untuk pengurusan klaim. Sebab selama ini belum semuanya yang ikut," terang Erni.

Erni melanjutkan, rendaman tahun ini hanya menimpa tanaman padi dan tidak pada lahan tanaman hortikultura. Total luas lahan padi di Klaten sejak Januari sudah 7.264 hektare.

"Dari Januari sampai bulan ini kita sudah mencapai 7.264 hektare. Dengan jumlah luas tanam ini memang terlihat belum signifikan tapi jika dihitung kerugian bisa besar," paparnya.

Lahan padi terendam air di Desa Jiwo, Kecamatan Wedi, Klaten, Jumat (5/2/2021).Lahan padi terendam air di Desa Jiwo, Kecamatan Wedi, Klaten, Jumat (5/2/2021). Foto: Achmad Syauqi/detikcom

Sementara itu, Erni memerinci 10 kecamatan terdampak banjir adalah Kecamatan Trucuk, Cawas, Karangdowo, Jogonalan, Prambanan, Juwiring, Wedi, Bayat, Kalikotes dan Gantiwarno. Usia tanaman padi rata-rata 25-80 hari tanam.

"Usia padi rata-rata 25-80 hari setelah tanam. Kalau sampai tiga hari lebih terendam akan terpengaruh tapi untungnya banyak varietas Inpari (Inbrida Padi Sawah Irigasi) yang lebih tahan kondisi," pungkasnya.

Pantauan detikcom siang ini di Desa Mlese, Karangasem dan Plosowangi, Kecamatan Cawas, air yang merendam lahan padi mulai surut. Demikian juga di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, dan Desa Krakitan, Kecamatan Bayat.

Lihat juga Video: Jl Martadinata Masih Digenangi Air, Namun Cepat Surut

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)