959 Nakes di Klaten Batal Disuntik Vaksin Corona Tahap Awal

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 18:35 WIB
Ribuan tenaga kesehatan (nakes) menjalani vaksinasi COVID-19 di Surabaya. Ada 4 ribu lebih nakes yang disuntik vaksin COVID-19.
Vaksin COVID-19 (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Klaten -

Sebanyak 959 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Klaten batal disuntik vaksin Corona atau COVID-19. Dari total 5.993 nakes yang terdaftar sebagai penerima vaksin Corona, yang terlaksana hanya 5.034 orang.

"Nakes yang divaksin sampai tanggal 29 Januari ada 5.034 orang. Sisanya batal atau tertunda," kata Tim Teknis Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dokter Anggit Budiarto kepada detikcom, Senin (1/2/2021).

Anggit mengatakan untuk vaksinasi Corona tahap awal dimulai dari nakes. Dia menyebut nakes yang tertunda di tahap awal ini bisa dijadwalkan ulang.

"Ya bisa ikut lagi. Asalkan memenuhi syarat yang ditetapkan pemerintah sebab yang divaksin itu ada ketentuannya," terang Anggit yang juga menjabat Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Klaten ini.

Hal senada juga disampaikan Koordinator Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dokter Cahyono Widodo. Dia mengatakan ada beberapa nakes yang tertunda bahkan batal divaksin COVID-19.

"Vaksinasi tenaga kesehatan sudah selesai tanggal 29 Januari. Ada yang batal atau ditunda dengan berbagai sebab," terang Cahyono saat ditemui detikcom di Pemkab Klaten.

Cahyono mengatakan ada 16 kriteria yang harus dipenuhi para penerima vaksin COVID-19. Bagi yang punya komorbid (penyakit penyerta) atau gejala tertentu tidak diperkenankan menerima vaksin COVID-19.

"Misalnya punya komorbid, ibu hamil, sedang menyusui, pernah COVID, tensi tinggi, dan lainnya tidak boleh. Setelah nakes tahap selanjutnya adalah di sektor pelayanan publik," ujar Cahyono.

Cahyono mengatakan vaksinasi COVID-19 tahap kedua akan dilanjutkan untuk pelayan publik. Rencananya vaksin Corona itu bakal digelar pada minggu ketiga Februari.

"Sektor pelayanan publik vaksinasi di minggu ketiga bulan Februari. Persiapan sudah kita lakukan dan terus kita running sesuai jadwal yang direncanakan," terang Cahyono.

Cahyono pun berpesan agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Hal ini guna mencegah penyebaran virus Corona di Klaten.

"Imbauan kita tetap sama, cuci tangan, jaga jarak, gunakan masker, jauhi kerumunan, tunda bepergian jika tidak penting, makan bergizi, istirahat cukup dan lainnya. Angka kasus kita masih tinggi," pesan Cahyono.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 786 tenaga kesehatan (nakes) di Klaten gagal mengikuti vaksinasi Corona tahap pertama hari ini. Jumlah yang semula direncanakan 6.779 orang, pada hari pencanangan dimulainya vaksinasi hanya tinggal 5.993 orang.

"Ya ini tadi cuma tinggal 5.993 orang. Sebab ada 16 poin syarat orang untuk bisa divaksin," ungkap Koordinator Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, dokter Cahyono Widodo, kepada wartawan di RSD Bagas Waras Klaten saat pencanangan vaksinasi COVID, Senin (25/1).

(ams/rih)