Gunung Merapi Erupsi, Penambang Pasir di Sungai Woro Klaten Bubar

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 16:36 WIB
Tim patroli Muspika dan polisi mengecek para penambang pasir di Sungai Woro Klaten, Rabu (27/1/2021)
Tim patroli Muspika dan polisi mengecek para penambang pasir Merapi di Sungai Woro Klaten (Foto: dok. Kecamatan Kemalang)
Klaten -

Gunung Merapi erupsi siang tadi. Akibatnya, para penambang pasir di Sungai Woro Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, bubar.

Video tentang aktivitas penambangan pasir di Sungai Woro yang bubar juga ramai menyebar di media sosial. Tampak polisi dan tim SAR mengingatkan para warga untuk segera menghentikan kegiatannya dengan membunyikan sirine tanda bahaya.

Tim SAR Polres Klaten, Bripka Budi Nugroho, mengatakan setelah erupsi Gunung Merapi tadi masih ada beberapa penambang di lokasi Sungai Woro. Patroli dari Polres dan Polsek terus mengimbau warga menggunakan pengeras suara.

"Tadi masih ada sebagian penambang, kita minta pulang sebab masih ada sebagian di sungai padahal erupsi berlanjut. Saat ini sudah dikosongkan," kata Budi kepada detikcom, Rabu (27/1/2021).

Sementara itu, Plt Camat Kemalang, Sudiyono, mengatakan sudah tidak ada kegiatan penambangan pasir sejak siang. Penambang sudah diminta naik oleh petugas.

"Sejak siang sudah kosong. Setelah erupsi besar tadi masih ada beberapa lalu diminta pulang semua. Kami muspika bersama Kapolres serta Kasdim memantau situasi," kata Sudiyono kepada detikcom.

Terpisah, warga Dusun Bono, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Sugino, mengatakan sejak peningkatan aktivitas Gunung Merapi hingga siang tadi sebagian warga yang menambang pasir di Sungai Woro sudah mulai bubar. Namun, diakuinya masih ada sebagian yang bertahan untuk menambang pasir.

"Sejak erupsi semakin besar menjelang siang, kita sudah pulang. Masih ada sebagian tadi," kata Sugino yang juga salah seorang penambang pasir.

Sugino mengatakan beberapa warga sudah meninggalkan Sungai Woro sekitar pukul 11.00 WIB tadi. Setelah erupsi, Sugino menyebut para warga yang menambang pasir langsung pulang karena tidak berani mengambil risiko.

"Warga datang lebih pagi meskipun pasir banyak. Selain karena khawatir sore banjir juga berisiko erupsi siang hari," sambung Sugino.

Sugino menyebut erupsi Gunung Merapi siang tadi tidak berdampak ke desanya. Sebab, arah angin cenderung ke arah timur sehingga tidak ada hujan abu di desanya

"Abu siang hari tidak ada. Arah angin ke timur mungkin ke arah Desa Tegalmulyo atau Boyolali," ucap Sugino.

(ams/rih)