Round-Up

Kisruh Arisan Berujung Tagihan Lewat Karangan Bunga di Pesta Nikah

Andika Tarmy - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 08:15 WIB
Cara menagih utang dengan mengirimkan karangan bunga pernikahan
Karangan bunga tagih utang di acara pernikahan di Sragen yang viral. (Foto: Dok Pribadi Irene)
Namun lagi-lagi mediasi ini tidak membuahkan hasil. Bahkan pihak Mia akhirnya melaporkan Irene dengan dugaan pencemaran nama baik.

"Benar mereka memang menawarkan membayar Rp 65 juta kepada kami. Tapi sekarang dinalar, mereka mau bayar Rp 65 juta, tapi saya juga harus bayar mereka jumlah yang sama sebagai ganti rugi dengan alasan pencemaran nama baik. Siapa orangnya yang mau, saya nggak mau," tegas Irene.

Irene mengaku menyerahkan kasus ini ke proses hukum. Dirinya juga siap menghadapi laporan yang diajukan oleh pihak Mia.

"Saya nggak ada niat jelek sekalipun. Saya hanya meminta hak, saya minta keadilan," pungkas Irene.

Saat dimintai konfirmasi, Polres Sragen membenarkan telah menerima laporan terkait karangan bunga tersebut. Polisi saat ini mulai memeriksa saksi-saksi terkait kasus ini.

"Sudah (terima laporan). Saat ini masih proses lidik (penyelidikan), kita masih periksa saksi-saksi," ujar Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Guruh Bagus Eddy Suryana.

Guruh mengatakan pelapor merupakan pihak pengantin yang mendapatkan kiriman bunga saat pesta pernikahannya. Sementara pihak yang memiliki permasalahan utang piutang ini adalah adik pengantin, Mia Widaningsih selaku pengelola arisan.

"Pengadu sendiri (laporannya) terkait pencemaran nama baik. Yang bersangkutan merasa tidak menikmati atau menggunakan uang tersebut, penyampaiannya seperti itu," terang Guruh.

Dalam kasus ini, polisi tengah menjajaki kemungkinan untuk menerapkan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Namun, kepastian pasal yang disangkakan akan diputuskan usai gelar perkara.

"Kita lagi lihat terkait aduannya, memang saat itu penerapan pasal kita ITE ya, karena itu kan disebarluaskan lewat media sosial. Nanti kita gelar, nanti kita lihat," jelas Guruh.

Guruh juga membenarkan telah menerima laporan terkait penggelapan duit dari para pihak Irene dan beberapa member arisan, sebelum kasus karangan bunga tagih utang Rp 1 miliar ini mencuat. Pihaknya memastikan, penyelidikan kedua laporan ini tetap berjalan.

"Kalau kita prosedurnya ya tetap lidik sendiri-sendiri karena perkaranya lain," jelasnya.

Halaman

(mbr/mbr)