Round-Up

Kisruh Arisan Berujung Tagihan Lewat Karangan Bunga di Pesta Nikah

Andika Tarmy - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 08:15 WIB
Cara menagih utang dengan mengirimkan karangan bunga pernikahan
Karangan bunga tagih utang di acara pernikahan di Sragen yang viral. (Foto: Dok Pribadi Irene)

Irene juga menerangkan kenapa karangan bunga tersebut dikirimkan ke pernikahan kakak Mia. Menurut Irene, waktu mediasi si kakak ikut mengurus data-data sehingga Irene menganggap kakak Mia juga mengetahui permasalahan arisan tersebut.

"Maksudnya gini, saya kirimkan bunga itu otomatis kan ada sangkut pautnya. Yang mendirikan arisan adalah Mia. Kakak Mia itu, mengetahui seluruh data-data arisan. Waktu mediasi kakaknya juga ikut mengurus data-data, logikanya dia tahu," tegasnya.

Irene melanjutkan selama mediasi tersebut, dirinya selalu mendapatkan jawaban yang sama. Irene mengatakan pihak Mia beralasan arisannya bermasalah karena banyak member yang lari usai mendapat arisan dan meminta Irene menunggu.

"Jawaban Mia baru diurus datanya, berbulan-bulan diurus datanya. Dia bilang banyak zonker (member lari). Dia seharusnya kan sudah tahu konsekuensinya karena dia dapat untung juga dari mengelola arisan," kata Irene.

Irene juga mengaku mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan saat bermaksud melakukan mediasi di kediaman Mia. Irene mengaku sempat mendapatkan hadangan dari pihak keluarga saat hendak meninggalkan rumah Mia.

"Waktu itu saya bilang kalau memang tidak ada itikad baik saya naikkan (lapor polisi). Saya mau pergi, mobil saya dihadang salah satu keluarga. Pokoknya warga itu ngumpul teriak-teriak gitu. Saya baru bisa pulang setelah saya videokan mereka menyingkir satu-satu," paparnya.

Ditanya terkait tagihan Rp 1 miliar sesuai yang tertera di karangan bunga yang dikirimnya, Irene mengklaim jumlah tersebut adalah total milik seluruh member. Sementara kerugian yang diderita Irene dan lima orang temannya adalah Rp 65 juta.

"Kerugian saya dan kawan-kawan Rp 65 juta. Rp 1 miliar itu didapat dari seluruh member, beberapa memang ada yang sudah dikembalikan. Jumlah ini saya dapat dari keterangan tetangga yang disambati bapaknya Mia sendiri," terangnya.

Menurut Irene, member arisan yang dikelola Mia mencapai 500 orang. Hal tersebut dirinya lihat dari jumlah anggota tiga grup WhatsApp (WA) arisan yang dikelola Mia.

"Mia punya tiga grup arisan, membernya satu arisan hampir 200 (orang) jadi tiga grup anggap saja 500 (orang). Mungkin yang aktif sekitar 300-an. Sejak kejadian ini saya dan teman-teman sudah didepak dari grup. Akun Instagram arisan juga dihapus, dihilangkan," bebernya.

Lima kali mediasi mentok, Irene dan lima rekannya sesama member arisan, memutuskan melapor ke Polres Sragen. Menurut Irene, pihak Mia baru merespons laporan ini, usai video karangan bunga yang dikirimnya viral di media sosial.

"Setelah karangan bunga itu viral, mereka minta ketemu. Ada tiga kali pertemuan lagi. Yang pertama di luar, yang lainnya di Polres," lanjut Irene.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4