Round-Up

Kisruh Arisan Berujung Tagihan Lewat Karangan Bunga di Pesta Nikah

Andika Tarmy - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 08:15 WIB
Cara menagih utang dengan mengirimkan karangan bunga pernikahan
Karangan bunga tagih utang di acara pernikahan di Sragen yang viral. (Foto: Dok Pribadi Irene)

Merasa tidak ada titik temu, keluarga Mia balik melaporkan karangan bunga tagih utang Rp 1 miliar itu ke polisi. Keluarga Mia melaporkan Irene Junita Sari (20) si pengirim bunga dengan tudingan pencemaran nama baik.

"Setelah tawaran mengembalikan uang ditolak, kami tidak tahu lagi harus bagaimana. Akhirnya kakak saya lapor polisi," kata Mia.

Mia pun lalu bicara soal arisan yang jadi masalah itu. Dia menyebut arisan itu macet karena banyak anggotanya yang mundur di tengah jalan usai dapat arisan. Pihaknya pun mengaku terus merugi.

"Akibatnya Oktober 2020 saya terpaksa hentikan arisan, karena saya nggak mau rugi terus. Ada total sekitar Rp 450 juta yang harus saya kembalikan ke member, dengan berbagai cara saya kembalikan, ini tinggal Rp 135 juta yang belum saya kembalikan milik 25 member. Tapi dari awal tidak ada niat saya untuk lari atau menipu, saya punya iktikad untuk mengembalikan," terangnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, pengirim karangan bunga, Irene Junita Sari, menceritakan alasan dia mengirimkan karangan bunga tersebut ke pesta pernikahan kakak Mia. Irene ternyata juga telah melaporkan Mia ke polisi atas dugaan penipuan.

"Saya itu kenapa tiba-tiba kirim karangan bunga kan pasti ada sebabnya. Nggak tiba-tiba saya seenaknya sendiri ke tempatnya orang, kan saya juga punya etika. Saya kirim karangan bunga itu karena sudah mentok sekali, benar-benar saya marah," ujar pengirim karangan bunga, Irene Junita Sari (20), saat dihubungi detikcom, Minggu (24/1).

Irene melanjutkan, dia berkali-kali upayanya untuk mencari kejelasan terkait uang arisan ke rumah pengelola arisan, Mia Widaningsih (19), tidak menemukan titik terang. Irene menghitung tak kurang lima kali upaya mediasi dilakukannya, namun tidak ada jawaban memuaskan dari pihak Mia.

"Lima kali mediasi dilakukan sebelum saya ajukan laporan ke Polres (Sragen) November 2020. Selama lima kali mediasi, orang tua Mia itu bilang awalnya nggak ada uang dan lain-lain, tapi kenapa tiba-tiba dia itu langsung mengadakan hajatan?" tanya Irene.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4