Dokter Spesialis Kandungan RSUD Karanganyar Wafat Positif Corona

Andika Tarmy - detikNews
Minggu, 24 Jan 2021 08:18 WIB
Karanganyar -

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RSUD Karanganyar, dr Sutiyono, meninggal dunia dalam kondisi terpapar virus Corona atau COVID-19. Isak tangis kolega tak terbendung saat jenazah diberangkatkan menuju ke rumah duka.

Dibawa menggunakan ambulans dari RSUD dr Moewardi Solo, jenazah Sutiyono tiba di halaman RSUD Karanganyar sekitar pukul 19.30 WIB, kemarin. Ambulans kemudian berhenti tepat di halaman, dimana puluhan tenaga kesehatan (nakes) kolega almarhum yang sudah menunggu untuk melakukan salat jenazah.

Usai disalatkan, jenazah Sutiyono langsung dibawa ke rumah duka di Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar Kota, untuk dimakaman. Isak tangis dan teriakan takbir para nakes pun tak terbendung saat ambulans mulai diberangkatkan.

"Kami merasa kehilangan sekali, luar biasa kehilangan. Mudah-mudahan beliau husnul khatimah di surganya Allah," ujar Direktur RSUD Karanganyar, Iwan Setiawan, ditemui wartawan di halaman RSUD Karanganyar, Sabtu (23/1/2021).

Iwan membenarkan Sutiyono meninggal dunia dalam kondisi terkonfirmasi positif terpapar COVID-19. Namun pihaknya tidak bisa memastikan sumber penularan virus tersebut.

"Benar (positif), kemungkinan dari luar. Kami berusaha mencermati kemungkinan penularan dari pasien tapi memang saat ini kita belum menemukan," terangnya.

Iwan mengatakan Sutiyono sempat mendapatkan perawatan di RSUD Karanganyar, namun karena kondisinya memburuk, Sutiyono dirujuk ke RSUD dr Moewardi Solo.

"Dirawat mondok di sini (RSUD Karanganyar) sejak Sabtu (16/1), namun hari Senin (18/1) terkonfirmasi positif COVID-19 kemudian ada masalah dengan pernapasan sehingga kita putuskan kita rujuk ke RSUD dr Moewardi," imbuhnya.

Sutiyono sempat menjalani perawatan di RSUD dr Moewardi selama lima hari. Sempat menunjukkan tanda membaik, kondisi Sutiyono drop hingga akhirnya meninggal dunia.

"Saya mantau terus. Kemarin sebenarnya saya sudah punya harapan baik, ada hasil rontgen dada gambarannya sudah ada perbaikan. Tadi tahu-tahu jam 13.00-an saya dapat kabar beliau drop, kemudian jam 14.30 WIB meninggal," ungkap Iwan.

Iwan berharap para nakes tetap semangat meski ditinggal salah satu dokternya. Pihaknya juga meminta doa dari masyarakat bagi keselamatan para tenaga medis mengingat angka penularan COVID-19 belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

"Untuk rekan-rekan saya tetap semangat, karena bagaimanapun ini memang kewajiban kita. Kita diberi peluang oleh Allah untuk berusaha, kita harus ikhlas bahwa kejadian seperti Dokter Sutiyono kita harus siap. Mohon doanya masyarakat untuk nakes kami karena sepertinya kecenderungan COVID ini belum menurun," pungkasnya.

(sip/sip)