Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Segera Dipulangkan ke Rumah

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 17:57 WIB
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi. Berdasarkan laporan per 6 jam, BPPTKG mencatat Gunung Merapi telah memuntahkan 17 kali guguran lava pijar.
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi. Berdasarkan laporan per 6 jam, BPPTKG mencatat Gunung Merapi telah memuntahkan 17 kali guguran lava pijar. pagi ini (Foto: PIUS ERLANGGA)
Sleman -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memutuskan untuk memulangkan warga Padukuhan Kalitengah Lor yang mengungsi karena peningkatan aktivitas Gunung Merapi. Rencananya, para pengungsi akan dipulangkan pada 26 Januari 2021.

Sekda Sleman Harda Kiswaya menjelaskan keputusan itu merupakan tindak lanjut dari Surat Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) tanggal 18 Januari 2021. Surat tersebut berisi tentang pemutakhiran rekomendasi status aktivitas 'Siaga'.

"Warga asal Padukuhan Kalitengah Lor yang saat ini berada di pengungsian Glagaharjo, dapat dipulangkan ke daerah asal beserta ternak yang berada di barak ternak darurat Glagaharjo setelah selesainya masa Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) tanggal 26 Januari 2021 dengan tetap meningkatkan kewaspadaan. Bila terjadi kondisi krisis Merapi setiap saat, dapat diungsikan kembali," kata Harda kepada wartawan, Sabtu (23/1/2021).

Harda mengatakan berdasarkan rekomendasi BPPTKG aktivitas Gunung Merapi masih tinggi berupa erupsi efusif. Meski warga Kalitengah Lor dipulangkan, Harda meminta warga tetap waspada potensi bahaya Gunung Merapi.

"Status aktivitas Merapi ditetapkan dalam tingkat Siaga (Level III) dan bila diperlukan pengungsian warga di luar rekomendasi dapat dilakukan dan difasilitasi kebutuhan dasarnya," sebutnya.

Saat ini, potensi bahaya Gunung Merapi berubah ke arah selatan-barat daya yaitu ke hulu Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng dan Kali Putih paling jauh 5 kilometer, serta lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak. Dia pun meminta masyarakat di sekitar aliran sungai itu untuk waspada.

"Bulan Januari-Februari 2021 masa musim hujan diantisipasi terjadinya ancaman bencana sekunder Merapi berupa banjir lahar hujan sungai yang berhulu di Merapi," pesannya.

Pihaknya juga memberi rekomendasi agar penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) lll untuk dihentikan. Kemudian untuk kawasan wisata tetap dibuka secara terbatas, kecuali Klangon, Bunker Kaliadem, Kinahrejo dan Wisata Religi Turgo.

"Kepala Perangkat Daerah yang terkait dengan penanggulangan bencana Merapi menyiagakan personil dan peralatan untuk respon cepat. Kapanewon untuk mengaktivasi posko lapangan dan memobilisasi relawan di wilayah masing-masing," katanya.

"Kalurahan untuk mengaktivasi Unit Pelaksana Penanggulangan Bencana dan memobilisasi relawan di wilayah masing-masing. Tetap menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan COVID-19," pungkasnya.

Simak video 'Gunung Merapi Luncurkan 17 Kali Guguran Lava Pijar':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/ams)