Ibu Digugat Anak Kandung Gegara Mobil: Saya Diminta Bayar Sewa Rp 200 Juta

Akbar Hari Mukti - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 15:18 WIB
Palu Hakim. Ari Saputra. Ilustrasi
Ilustrasi pengadilan (Foto: Ari Saputra)
Salatiga -

Ibu Alfian Prabowo, Dewi Firdauz, buka suara soal gugatan mobil yang jadi harta gono gininya di Pengadilan Negeri (PN) Salatiga. Dewi menyebut mobil yang diatasnamakan anaknya Alfian itu merupakan jerih payahnya dan dia diminta bayar sewa.

"Saya membeli mobil Toyota Fortuner pada tahun 2013 di Semarang.Lalu saya atas namakan anak saya," kata Dewi saat dihubungi wartawan, Sabtu (23/1/2021).

Dewi menyebut kala itu dia memang sengaja mengatasnamakan kepemilikan mobil Toyota Fortuner itu dengan nama Alfian. Dia pun tak menyangka kini dia diminta membayar sewa selama memakai mobil itu.

"Sewa mobil Fortuner itu mencapai Rp 200 juta. Uang sewa itu dari pembelian mobil pada 2013 hingga saat ini, yang ditotal mencapai Rp 200 juta," jelasnya.

Dewi menyebut jika uang sewa itu tak dibayar, dia diminta untuk menggunakan rumahnya di kawasan Manyaran, Semarang sebagai jaminan.

"Jika tak bisa membayar uang sewa, rumah saya di Manyaran dijadikan jaminan. Kok tega melihat ibunya terlantar," ujarnya kelu.

Dewi menyebut anak keduanya itu memang menuntut agar mobil Toyota Fortuner itu menjadi miliknya.

"Memang anak saya menuntut mobilnya diberikan kepadanya. Sebab saat saya beli memang atas nama dia pada tahun 2013," jelasnya.

Dewi mengaku sebenarnya tidak ingin ada ribut-ribut usai perceraiannya pada 2019 lalu. Termasuk soal harta gono-gini.

"Kalau saya inginnya diselesaikan secara damai saja, termasuk soal gono-gini. Diselesaikan secara damai tanpa ada ribut-ribut," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan Alfian Prabowo menggugat kedua orang tuanya, Dewi Firdauz dan dr Agus Sunaryo. Sebab setelah bercerai, orang tuanya ribut-ribut masalah harta gono-gini.

"Alfian menggugat orang tuanya, karena setelah bercerai bukannya baik-baik malah ribut-ribut dan rebutan harta gono gini," jelas kuasa hukum Alfian, Caesar Fortunus Wauran, ditemui detikcom di kantornya, Sidomukti, Jumat (22/1).

Obyek sengketa gugatan itu yakni satu unit mobil Toyota Fortuner. Caesar mengatakan mobil tersebut sebenarnya dibeli oleh uang ayah untuk diberikan ke Alfian.

"Pembelian mobil itu sebelum perceraian, dan memang oleh ayahnya diperuntukkan ke Alfian. Tetapi karena saat itu Alfian belum dapat menyetir, maka mobil digunakan ibunya," jelasnya.

Gugatan ini didaftarkan ke PN Salatiga dengan nomor perkara 77/Pdt.G/2020/PN Slt. Proses persidangan sendiri dimulai pada November 2020.

Wakil Ketua PN Salatiga, Bambang Trikoro mengatakan proses sidang memasuki tahapan jawab-menjawab kedua pihak. Dia menyebut pengadilan mengusahakan mediasi terhadap perkara anak gugat orang tua kandungnya ini.

"Kami mengusahakan mediasi, sudah kita beri kesempatan tapi memang belum ada kata sepakat," ucap Bambang kemarin.

Simak juga video 'Anak yang Polisikan Ibu Kandung di Demak Cabut Laporan':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/ams)