Anak Gugat Ortu Kandung, Ganjar Minta Diselesaikan Kekeluargaan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 11:28 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kamis (21/1/2021).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kamis (21/1/2021). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang -

Seorang anak menggugat orang tua (ortu) kandungnya sendiri karena persoalan mobil yang dijadikan gono gini perceraian di Salatiga, Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta agar masalah itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kami akan persuasi dulu," kata Ganjar kepada wartawan lewat pesan singkat, Jumat (22/1/2021).

Hal itu diungkapkan Ganjar ketika ditanya terkait peristiwa tersebut. Terlebih, sang ibu merupakan pegawai Pemprov Jateng.

"Apapun masalah dengan keluarga apalagi dengan ortu selesaikan dengan kekeluargaan," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Alfian Prabowo (25) menggugat kedua orang tuanya Dewi Firdauz yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang berdomisili di Semarang, dan ayahnya dr Agus Sunaryo. Kedua orang tuanya itu bercerai pada September 2019 lalu.

"Alfian menggugat orang tuanya, karena setelah (orang tua) bercerai bukannya baik-baik malah ribut-ribut dan rebutan harta gono gini," kata kuasa hukum Alfian, Caesar Fortunus Wauran saat ditemui di kantornya, Sidomukti, Salatiga, Jumat (22/1).

Kasus itu bermula ketika kedua orang tuanya bercerai dan memperebutkan harta gono gini, salah satunya mobil Toyota Fortuner. Menurut Caesar, mobil itu merupakan pemberian dari ayahnya untuk kliennya, namun belakangan justru ikut dijadikan obyek sengketa orang tuanya.

"Pembelian mobil itu sebelum perceraian, dan memang oleh ayahnya diperuntukkan ke Alfian. Tetapi karena saat itu Alfian belum dapat menyetir maka mobil digunakan ibunya," terang Caesar.

Caesar menyebut Alfian yang melanjutkan studinya di Yogyakarta itu sebenarnya tidak protes mobil itu digunakan oleh ibunya. Hanya saja dia kesal karena mobilnya itu masuk ke daftar gono gini yang diperebutkan kedua orang tuanya hingga akhirnya mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Salatiga.

"Sebenarnya gugatan itu mau kalah atau menang, dia tak masalah. Tetapi lebih daripada itu, ada ruang mediasi kepada orang tuanya agar meski sudah bercerai, tak ada ribut-ribut apalagi soal harta," jelasnya.

(alg/ams)