Sembunyikan Sabu di Dubur, Pria Asal Batam Lolos X-Ray Bandara

Saktyo Dimas R - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 16:28 WIB
Suasana penangkapan tersangka Mustaqfirin dan Mahmud saat tengah pesta sabu di Kendal
Suasana penangkapan tersangka Mustaqfirin dan Mahmud saat tengah pesta sabu di Kendal (Foto: Saktyo Dimas R/detikcom)
Kendal -

Pria asal Batam, Mustaqfirin, ditangkap polisi ketika pesta sabu di Kendal. Tersangka sembunyikan sabu di dubur dan lolos X-Ray bandara saat perjalanan dari Batam menuju ke Jakarta.

"Barang buktinya ada dua paket masing-masing 50 gram, totalnya 100 gram disimpan di dalam dubur tersangka Mustaqfirin," kata Kasat Narkoba Polres Kendal, Jawa Tengah, AKP Agus Riyanto, saat ditemui detikcom di Mapolres Kendal, Jl Soekarno Hatta, Kendal, Jumat (22/1/2021).

Agus menerangkan Mustaqfirin merupakan warga Teluk Tering Kecamatan Batam, Kota Batam. Agus menyebut selama perjalanan dari bandara di Batam maupun Jakarta, tersangka Mustaqfirin lolos dari pemeriksaan X-Ray. Dari Jakarta, tersangka berangkat ke Kendal menggunakan kereta api.

"Sabu ini dibawa tersangka dari Batam menggunakan pesawat. Tersangka ini selalu lolos X-Ray bandara baik dari Bandara Batam maupun Bandara Soekarno-Hatta," terangnya.

Penangkapan Mustaqfirin berawal dari adanya informasi tentang pesta narkoba di Kecamatan Kangkung. Pada Kamis (21/1) pukul 00.00 WIB kemarin, tim Cobra Polres Kendal lalu bergerak mendatangi rumah warga bernama Mahmud yang ternyata saat digerebek sedang pesta narkoba bersama tersangka Mustaqfirin.

Penggerebekan itu pun disaksikan oleh aparat desa setempat. Polisi lalu memeriksa kamar tersangka Mahmud.

"Saat kami gerebek kamarnya, mereka berdua sedang pesta sabu bahkan salah satunya mau mencoba kabur tapi anggota langsung menangkapnya. Di situ kami dapati dua paketan sabu, alat nyabu atau bong dan plastik klip bekas bungkus sabu," terangnya.

Tak hanya itu, saat digeledah polisi juga menemukan sabu di saku celana tersangka Mustaqfirin. "Kami juga geledah celana yang dipakai Mustaqfirin dan kami temukan paketan kecil sabu," terang dia.

Atas perbuatannya kedua tersangka ini dikenakan dengan pasal yang berbeda. Mahmud dijerat dengan Pasal 127 dan 131 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun bui.

"Tersangka Mustaqfirin akan kami jerat dengan Pasal 114 dan 112 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan untuk ancaman hukumannya mati," pungkasnya.

(ams/rih)