PPKM Diperpanjang, FX Rudy Akan Minta Masukan Pelaku Usaha Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 12:16 WIB
Masker kumis Walkot Solo, FX Hadi Rudyatmo, Selasa (9/6/2020).
Walkot Solo, FX Hadi Rudyatmo, Selasa (9/6/2020). (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sebagian Jawa-Bali diperpanjang. Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo akan mengajak pelaku usaha dari berbagai bidang usaha untuk membahas soal perpanjangan PPKM ini.

Para pelaku usaha yang akan diundang antara lain warung kelontong, warung makan, restoran, pedagang kaki lima (PKL), hingga hiburan malam. Mereka diajak mencari jalan tengah agar PPKM berlangsung sukses.

"Nanti pelaku usaha akan kita undang. Mulai dari PKL, warung kelontong, warung makan, hiburan akan kami undang untuk menyampaikan aspirasi. Sekaligus kami tegaskan aturannya," kata Rudy di sela kegiatan mider projo, Solo, Jumat (22/1/2021).

Dari pertemuan itu, Rudy akan menuangkannya dalam aturan baru. Meski ada perubahan, Rudy memperkirakan surat edaran (SE) yang baru nantinya tidak akan jauh berbeda.

"Ini sudah banyak yang kirim surat ke saya, minta dievaluasi dan minta tambahan waktu operasional. Ya nanti kita lihat dulu seperti apa," kata dia.

Menurutnya, tambahan jam operasional selama PPKM untuk toko ritel bisa dilakukan di waktu pagi. Kemudian jam malam tetap sampai pukul 19.00 WIB.

"Kalau ritel sebenarnya kalau buka jam 07.00 WIB nggak masalah, masih efektif, tutupnya jam 19.00 WIB. Kalau buka jam 10.00 WIB nanti malah orang pada menumpuk di jam segitu, tapi kalau mal kan sudah biasa buka siang," kata dia.

Sedangkan untuk kuliner, Rudy selama ini memperbolehkan buka sesuai jam operasional masing-masing. Namun aturan batas kapasitas 25 persen wajib dilakukan.

"Kalau kuliner yang penting tidak makan di tempat. Aturan 25 persen kapasitas itu tidak bisa ditawar. Makan kan bisa dibawa pulang," katanya.

Terkait efektivitas PPKM selama hampir dua pekan ini, Rudy menyebut jumlah kasus baru Corona sempat berkurang. Namun dia masih akan melihat hingga akhir masa PPKM pertama ini.

"Kemarin penambahan sudah menurun jadi 50 kasus. Kita lihat sampai 26 Januari kalau terus menurun berarti efektif," tutupnya. (sip/ams)