Hilang Usai Nekat Terjun ke Bengawan Solo, Pria Sragen Ditemukan Tewas

Andika Tarmy - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 20:04 WIB
Petugas mengevakuasi korban di aliran Bengawan Solo, Desa Gentanbanaran, Plupuh, Sragen, Rabu (20/1/2021).
Petugas mengevakuasi korban di aliran Bengawan Solo, Desa Gentanbanaran, Plupuh, Sragen, Rabu (20/1/2021). Foto: Istimewa
Sragen -

Seorang pria warga Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, yang nekat terjun ke aliran Bengawan Solo ditemukan tewas. Korban ditemukan sekitar tujuh kilometer dari lokasi awal kejadian.

"Sudah ditemukan tadi sekitar pukul 17.30 WIB. Kondisinya meninggal dunia," ujar Koordinator Basarnas Pos SAR Surakarta, Arif Sugiyarto, dihubungi detikcom, Rabu (20/1/2021).

Arif mengatakan, lokasi korban ditemukan berada di Dukuh Ngadirejo, Desa Gentanbanaran, Kecamatan Plupuh, Sragen, yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari TKP awal. Jauhnya jarak lokasi penemuan korban, diduga dikarenakan kondisi arus Bengawan Solo yang cukup deras.

"Lokasi penemuannya sekitar tujuh kilometer dari titik awal. Memang arus sungai cukup deras," terangnya.

Menurut Arif, korban ditemukan oleh relawan pengawas, yang memang disiagakan di beberapa titik sepanjang aliran Bengawan Solo. Usai ditemukan, korban kemudian dievakuasi oleh petugas ber-APD lengkap.

"Kita hanya meminggirkan, kemudian diangkat oleh petugas ber-APD lengkap sesuai protokol kesehatan. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup," imbuhnya.

Dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua PMI Sragen, Suwarno, mengatakan korban dibawa ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dengan menggunakan ambulans PMI.

"Korban dibawa ke RSUD Sragen menggunakan ambulans PMI Sragen. Saat ini korban sedang dibersihkan sebelum diantar ke rumah duka" ujar Suwarno.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga Kabupaten Sragen, Jawa Tengah nekat terjun ke aliran Bengawan Solo tak jauh dari rumahnya. Hingga kini puluhan tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian korban.

"Laporan masuk ke kami sekitar pukul 15.00 WIB. Sempat ada informasi korban tidak jadi tenggelam dan sudah naik lagi, namun ternyata beda orang. Akhirnya dinyatakan operasi dibuka sekitar pukul 15.30 WIB," ujar seorang anggota tim penyelamat Basarnas Pos SAR Surakarta, Gohan Wijayana, saat dihubungi detikcom, Senin (18/1).


Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

(rih/mbr)