Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas 8 Kali

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 19:22 WIB
Luncuran awan panas guguran Gunung Merapi pukul 14.27 WIB sejauh 1,5 kilometer ke arah barat daya, Rabu (20/1/2021).
Luncuran awan panas guguran Gunung Merapi pukul 14.27 WIB sejauh 1,5 kilometer ke arah barat daya, Rabu (20/1/2021). Foto: dok. BPPTKG
Yogyakarta - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan (BPPTKG) merilis aktivitas Gunung Merapi dalam kurun waktu pukul 12.00 hingga 18.00 WIB hari ini. Pada periode tersebut tercatat Gunung Merapi 8 kali memuntahkan awan panas guguran dengan jarak luncur terjauh yakni 1,5 kilometer.

"Terjadi awan panas guguran sebanyak 8 kali pada pukul 12.00 hingga 18.00 WIB. Dalam seismogram kami tercatat amplitudo maksimal 30 milimeter dengan durasi maksimum 192 detik. Jarak luncur maksimum 1500 meter arah barat daya," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangannya, Rabu (20/1/2021).

Hanik merinci Gunung Merapi memuntahkan awan panas pertama pada pukul 14.07 WIB dengan amplitudo 20 milimeter dan durasi 192 detik. Jarak luncur diperkirakan 1.000 meter karena terhalang cuaca mendung.

Selanjutnya awan panas terjadi pada pukul 14.27 WIB dengan amplitudo 30 milimeter dan durasi 117 detik. Awan panas meluncur ke barat daya dengan jarak luncur 1.500 meter dan angin bertiup ke utara.

Kemudian, lanjut Hanik, pada pukul 14.58 WIB dengan amplitudo 13 milimeter dan durasi 56 detik disusul awan panas selanjutnya pada pukul 15.26 WIB dengan amplitudo 15 milimeter dan durasi 96 detik.

"Jarak luncur keduanya tidak teramati karena cuaca berkabut dan mendung," jelasnya.

Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas pada pukul 16.22 WIB, yang tercatat dengan amplitudo 15 milimeter dan durasi 112 detik. Tak berselang lama, awan panas keenam terjadi pada pukul 16.56 WIB dengan amplitudo 15 milimeter dan durasi 96 detik.

"Jarak luncur awan panas pukul 4 sore ini juga tidak teramati karena cuaca berkabut dan mendung," katanya.

Hanya berselang 18 menit, Gunung Merapi memuntahkan awan panas ketujuh pada pukul 17.14 WIB yang tercatat dengan amplitudo 2 milimeter dan durasi 11 detik. Jarak luncur 400 meter ke arah barat daya.

Sementara awan panas kedelapan hanya berselang 3 menit yakni pada pukul 17.17 WIB dan tercacat dengan amplitudo 7 milimeter dan durasi 72 detik.

"Jarak luncur 800 meter ke arah barat daya," sebutnya.

Lebih lanjut, Hanik membeberkan dalam periode pengamatan itu di tercatat ada 39 kali gempa guguran, gempa fase banyak 3 kali dan hembusan 3 kali.

BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi di tingkat Siaga (Level III). Potensi bahaya saat ini, kata Hanik, berupa guguran lava dan awan panas di sejumlah alur sungai di sisi selatan dan barat daya. Hanik juga meminta masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

"Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," pungkasnya.

Simak video 'Gunung Merapi Kembali Erupsi, Terjadi 47 Kali Guguran Lava Pijar':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/ams)