BPPTKG: Potensi dan Daerah Bahaya Erupsi Merapi Berubah

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 13:30 WIB
Gunung Merapi kembali mengeluarkan lava pijar. Selain mengeluarkan lava pijar, Merapi diketahui juga telah mengeluarkan awan panas sebanyak empat kali hari ini.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan lava pijar yang teramati dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta, Kamis (7/1/2021). Foto: Pius Erlangga/detikcom
Yogyakarta -

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memperbarui potensi bahaya erupsi Gunung Merapi. Saat ini potensi erupsi mengarah ke beberapa sungai di sisi barat. Mana saja?

Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan saat ini terjadi perubahan morfologi puncak di sisi barat dikarenakan adanya aktivitas guguran dan munculnya kubah lava 2021. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas dan berdasarkan arah erupsi, maka potensi bahaya saat ini berubah.

"Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal lima kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak," kata Agus dalam jumpa pers virtual, Sabtu (16/1/2021).

Potensi bahaya ini, kata Agus, berdasarkan data pengamatan aktivitas Merapi selama sepekan terakhir. Agus membeberkan aktivitas seismik, deformasi dan gas menurun signifikan. Saat ini yang terjadi yakni meningkatnya kejadian guguran.

"Secara mingguan, kegempaan dan deformasi menurun signifikan. Saat ini kegempaan internal sebanyak 27 kali per hari, deformasi 0,3 centimeter per hari gas vulkanik CO2 (karbon dioksida) saat ini 600 ppm. Kejadian guguran tinggi bersumber pada lokasi erupsi atau di lava 1997," terangnya.

Selain itu, per 15 Januari 2021 probabilitas erupsi Merapi mengarah ke efusif. Sementara potensi erupsi eksplosif menurun signifikan.

"Dengan saat ini sudah erupsi dan cenderung bersifat efusif serta memperhatikan arah erupsi saat ini maka potensi dan daerah bahaya berubah," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan posisi bukaan kawah Merapi ada di Kali Gendol atau arah tenggara. Oleh karena itu, potensi bahaya erupsi utama berada di sepanjang aliran Kali Gendol.

"Potensi bahaya utama karena bukaan kawah ada di arah Kali Gendol ini berarti ancaman utama di Kali Gendol. Namun, demikian karena deformasi ada ke arah barat jadi potensi (bahaya) ke sana juga ada," kata Hanik saat ditemui di barak pengungsian Merapi Balai Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Selasa (10/11/2020).

"Adapun data yang sekarang, memang deformasi, atau penggembungan, desakan magma ini ada di sisi barat dan barat laut. Ini tidak menutup kemungkinan ada arah ke sana (barat)," ujarnya saat itu.

Simak video 'Cerita Kelam Saat Wedus Gembel Merapi 1994 Menyapu Hajatan':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/rih)