Gunung Merapi Muntahkan 128 Kali Lava Pijar Selama Sepekan

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 19:26 WIB
Titik api diam terlihat dari lereng Gunung Merapi Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (5/1/2020). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi telah mengalami fase erupsi. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/hp.
Titik api diam terlihat dari lereng Gunung Merapi Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (5/1/2020). Foto: Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah
Yogyakarta -

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memaparkan aktivitas Gunung Merapi dalam sepekan terakhir. Dalam laporan periode 8 hingga 14 Januari 2021 tercatat adanya pertumbuhan kubah lava baru. Berikut laporan lengkapnya.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan analisis morfologi area puncak Gunung Merapi berdasarkan foto dari sektor barat daya tanggal 14 Januari terhadap tanggal 7 Januari 2021, menunjukkan adanya perubahan morfologi area puncak karena aktivitas guguran dan perkembangan kubah lava baru.

Hanik menjelaskan kubah lava di Merapi mulai terbentuk sejak tanggal 4 Januari 2021. Volume kubah lava saat ini mengalami pertumbuhan setelah sebelumnya pada tanggal 13 Januari 2021, volume kubah lava di sisi barat daya sebesar 4.600 m3.

"Kubah lava baru yang selanjutnya disebut sebagai kubah lava 2021 berada di sektor barat daya Merapi di sekitar tebing Lava-1997. Pada tanggal 14 Januari 2021 volume kubah lava terukur sebesar 46.766 m3 dengan laju pertumbuhan sekitar 8.500 m3 per hari," kata Hanik dalam keterangannya, Jumat (15/1/2021).

Ia memaparkan berdasarkan pantauan secara visual, cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi hari, sedangkan siang hingga malam hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah.

"Tinggi asap maksimum 650 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada tanggal 11 Januari 2021 pukul 05.00 WIB," paparnya.

BPPTKG juga mencatat pada periode pecan ini terjadi ratusan kali kejadian guguran lava pijar. Selain itu, BPPTKG juga mencatat adanya awan panas guguran yang mengarah ke hulu Kali Krasak.

"Dalam satu minggu ini guguran lava pijar teramati sebanyak 128 kali dengan jarak luncur maksimal 900 meter arah barat daya ke hulu Kali Krasak. Awan panas guguran terjadi sebanyak 2 kali dengan jarak luncur maksimal 600 meter arah barat daya ke hulu Kali Krasak dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 45 mm dan durasi 120 detik," terangnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2