Komnas PA Dorong Ayah Setubuhi Anaknya yang Masih SD Dihukum Kebiri

Dian Utoro Aji - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 14:45 WIB
Ilustrasi Penjahat Seksual di Kebiri
Ilustrasi hukuman kebiri (Foto: Zaki Alfarabi / detikcom)
Kudus -

Seorang pria inisial S (44) di Kudus, Jawa Tengah, tega mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Komnas Perlindungan Anak (PA) Kudus pun meminta agar pelaku dihukum kebiri.

"Mendorong sesuai dengan prosedur hukum. Dari awal itu sudah membuat tanda tangan bersama untuk kasus kebiri untuk didorong ke arah sana. Kepada predator anak itu ya kami harapkan (nantinya dihukum kebiri)," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Kudus, Mohammad Sof'an saat dihubungi wartawan, Kamis (14/1/2021).

Sof'an menuturkan hukum kebiri layak bagi predator seks, karena kejadian tersebut berdampak kompleks bagi sang korban. Apalagi korbannya masih anak-anak.

"Karena memang kurang manusiawi. Dilihat segi digitukan sudah tanda kutip sudah hancur masa depannya, kejiwaan sosial juga hancur," ucap Sof'an.

Terpisah, Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengaku masih berkoordinasi dengan pihak kejaksaan Kudus soal pasal hukuman kebiri.

"Yang ini (ancaman hukuman kebiri) masih perlu kita koordinasi dengan kejaksaan," kata Aditya saat dihubungi detikcom, siang ini.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Kebiri untuk Predator Seksual. PP Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak ditandatangani Jokowi pada 7 Desember 2020 lalu.

Diberitakan sebelumnya, ulah bejat S terungkap usai anaknya menceritakan perlakuan ayahnya ke sang ibu. Ibunya yang tak terima lalu melaporkan hal itu ke polisi.

"Tiba-tiba korban bercerita kepada pelapor bahwa korban sudah disetubuhi oleh ayahnya berulang kali dengan cara mengancam korban. Korban diancam tersangka jika mengatakan kepada ibunya, korban akan dibunuh ayahnya," ujar Aditya.

"Setelah pelapor mengetahui kejadian tersebut, pelapor dan korban menemui saksi untuk menceritakan kejadian tersebut. Pelapor tidak terima kejadian tersebut, selanjutnya melaporkan ke Polres Kudus," sambung Aditya.

Aditya mengaku masih mendalami motif pelaku tega melakukan pencabulan kepada anak sendiri. Kini pelaku sudah diamankan polisi. Pelaku terancam hukuman 15 tahun kurungan penjara.

Atas perbuatannya bapak bejat itu dijerat dengan pasal 81 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No 23 Tentang Perlindungan Anak.

(ams/mbr)