Selama 6 Jam, Gunung Merapi Muntahkan 14 Kali Lava Pijar

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 10:28 WIB
Titik api diam terlihat dari lereng Gunung Merapi Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (5/1/2020). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi telah mengalami fase erupsi. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/hp.
Gunung Merapi muntahkan lava pijar pada Selasa (5/1/2020). (Foto: Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah)
Sleman -

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyampaikan data aktivitas terbaru Gunung Merapi. Dalam laporan aktivitas sejak tengah malam hingga pagi tadi, Gunung Merapi belasan kali memuntahkan lava pijar.

"Periode Selasa (12/1) pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, teramati guguran lava pijar sebanyak 14 kali," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida kepada wartawan, Selasa (12/1/2021).

Guguran lava pijar ini masih mengarah ke sisi barat daya. Yaitu ke hulu Kali Krasak.

"Jarak luncur maksimum 600 meter ke hulu Kali Krasak," paparnya.

Hanik menjelaskan berdasarkan pemantauan visual pada pagi ini, teramati asap keluar dari kawah Gunung Merapi. Intensitas asap disebutnya tebal.

"Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 200 meter di atas puncak kawah," paparnya.

Lebih lanjut, BPPTKG juga mencatat seismisitas kegempaan Gunung Merapi. Jumlah gempa guguran pada periode itu sebanyak 39 kali, hembusan 5 kali, hybrid atau fase banyak 21 kali dan vulkanik dangkal 1 kali.

Berdasarkan data tersebut, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada tingkat Siaga (Level III). Radius bahaya sejauh 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

BPPTKG juga memberi rekomendasi agar penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III untuk dihentikan.

Selain itu, pelaku wisata juga direkomendasikan tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

(sip/mbr)