Hari Pertama PPKM di Klaten, Petugas Tegur Antrean di Kantor-Toko

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 11 Jan 2021 13:51 WIB
Tim gabungan menegur penanggung jawab toko yang belum menerapkan jaga jarak saat PPKM hari pertama di Klaten, Senin (11/1/2021)
Tim gabungan menegur penanggung jawab toko yang belum menerapkan jaga jarak saat PPKM hari pertama di Klaten (Foto: Acmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hari pertama di Klaten dilakukan dengan operasi yustisi. Tim gabungan dari Satpol PP, TNI dan Polisi memberikan teguran lisan di kantor dan tempat usaha.

Pantauan detikcom di Jalan Pemuda, Klaten, Senin (11/1), operasi yustisi dimulai pukul 09.00 WIB oleh tim gabungan dari Satpol PP, TNI dan Polisi. Tim mengecek semua perkantoran dan toko di sepanjang jalan protokol ini.

Warga yang duduk tanpa jarak aman di dalam diler motor dan pertokoan diminta bergeser. Kemudian kerumunan atau antrean yang ada di area pertokoan juga ditegur dan diminta bergeser untuk memberikan jarak aman.

"Tadi perkantoran ada satu dan banyak toko tadi kita tegur, kalau lima toko ada. Sebagian sudah menyediakan alatnya tinggal antrean tempat duduknya yang belum diterapkan jarak aman," ungkap Plt Kasatpol PP Pemkab Klaten, Rabiman pada wartawan usai operasi yustisi di Jalan Pemuda Klaten, Senin (11/1/2021).

Rabiman menjelaskan patroli hari pertama digelar gabungan di semua jalan protokol di Klaten. Semua perkantoran dan tempat usaha di sepanjang jalan utama dicek kesiapannya.

"Kita sisir kantor dan tempat usaha sehingga jangan sampai ada kerumunan. Ini tadi ada beberapa yang kami masuki dan kami tegur lisan dulu," sambung Rabiman.

Rabiman menjelaskan setelah memberikan teguran secara lisan, pihaknya bakal memantau pelaksanaan aturan tersebut. Dia memastikan bagi para pelanggar aturan pembatasan baru ini bakal diberikan sanksi, dimulai dari teguran tertulis pertama.

"Kalau tidak mengindahkan, kita beri teguran satu. Kalau nekat kita teguran dua dan bisa dihentikan kegiatannya sebab sesuai SE bupati kita akan tegas," terang Rabiman.

Rabiman mengatakan saat ini pelaksanaan pembatasan baru di perkantoran dan tempat usaha terpantau baik. Namun, masih ada catatan untuk tempat duduk yang belum sesuai jarak aman.

"Sudah menerapkan sarana protokol kesehatannya. Tinggal tempat duduknya antrean yang rata-rata belum diterapkan padahal minimal jarak satu meter dan ada tandanya tapi nyatanya empet-empetan (berdesakan), maka kita beri teguran keras," ucap Rabiman.

Dia menerangkan belum ada warga yang disanksi pada pembatasan baru hari pertama ini. Kali ini pihaknya mengingatkan agar warga tak lupa memakai masker selama keluar rumah.

"Ada yang bawa (masker) tapi belum dipakai maka kita tegur. Secara umum belum ada temuan warga tidak pakai masker dan itu artinya SE bupati 36/016/32/2021 ditaati," jelas Rabiman.

Selanjutnya kata diler motor yang dapat teguran dari tim gabungan saat PKM hari pertama...