Warga 3 Dusun di Lereng Merapi Klaten Belum Mengungsi

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 06 Jan 2021 16:58 WIB
Tempat pengungsian Merapi di gedung olahraga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, masih tampak sepi, Rabu (6/1/2021).
Tempat pengungsian Gunung Merapi di gedung olahraga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten, masih tampak sepi, Rabu (6/1/2021). Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Klaten -

Gunung Merapi telah memasuki fase erupsi 2021 dan teramati beberapa kali memuntahkan lava pijar. Meski demikian, warga tiga dusun di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang berada di lereng atau kawasan rawan bencana (KRB) Merapi hingga hari ini belum memutuskan untuk mengungsi.

"Belum. Belum ada warga yang melakukan evakuasi mandiri sampai saat ini," ungkap Kades Sidorejo Gotot Winarso saat ditemui di sela rakor di Pemkab Klaten, Rabu (6/1/2021).

"Ada tiga dusun. Dusun Deles, Kembangan dan Petung," sambung Gotot.

Tiga dusun itu masuk dalam rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sebagai daerah yang berpotensi terdampak bahaya erupsi Merapi. Menurut Gotot, warganya saat ini masih beraktivitas di rumah dan ke ladang seperti biasa. Namun, warganya tetap waspada menyikapi aktivitas Gunung Merapi.

"Aktivitas warga masih biasa tapi tetap waspada. Ronda terus digiatkan," kata Gotot.

Sementara itu, salah seorang warga Dusun Deles, Desa Sidorejo, Sukiman, mengatakan guguran lava pijar Merapi tidak terlihat dari dusunnya. Tetapi, dengan adanya guguran lava pijar itu membuat warga lega karena arah luncuran semakin jelas.

"Intinya kita plong, jadi api, arah luncuran dan titiknya sudah kelihatan ke selatan arah barat daya. Jadi kita tunggu perkembangan dan kita makin giat ronda, lebih siaga lagi," kata Sukiman saat dihubungi.

Terpisah, Kaur Perencanaan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu, mengatakan warganya saat ini lebih waspada menyusul adanya guguran lava pijar Merapi. Meski diakuinya guguran lava pijar juga tidak terlihat dari desanya.

"Tidak terlihat tapi warga lebih waspada. Bahkan warga yang sebelumnya pulang dari TES (tempat evakuasi sementara di balai desa) sudah kembali ke tempat evakuasi," ujar Jainu dihubungi hari ini.

Meski begitu, tidak semua warga berada di TES. Jainu menyebut masih ada warga yang bertahan di rumah untuk berjaga. Mereka adalah warga usia muda sehingga bisa menyelamatkan diri jika terjadi sesuatu.

"Yang di atas ada yang berjaga tapi anak muda. Kemarin yang membawa pulang ternaknya juga sudah bertanya mau membawa ke tempat penampungan ternak," jelas Jainu.

(rih/ams)