Warga Lereng Merapi Klaten Ngungsi Lagi, Kades: Sinyal Meliuk Makin Sering

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 05 Jan 2021 13:00 WIB
Warga di Tempat Evakuasi Sementara (TES) Desa Balerante Kecamatan Kemalang, Klaten, Selasa (5/1/2021).
Warga di Tempat Evakuasi Sementara (TES) Desa Balerante Kecamatan Kemalang, Klaten, Selasa (5/1/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten - Warga di lereng Gunung Merapi, Desa Balerante Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah kembali mengungsi. Kepala Desa Balerante Sukono mengungkap sinyal seismograf yang dipancarkan radio di wilayahnya semakin sering terdengar.

"Untuk sinyal memang meliuk semakin sering. Ada juga informasi titik api diam lava pijar di puncak yang terpantau CCTV dari arah Magelang," ungkap Sukono pada detikcom di kantornya, Selasa (5/1/2021).

Sukono menjelaskan dengan aktivitas yang masih tinggi itu, beberapa warga yang sempat kembali ke dusun kini balik ke tempat evakuasi sementara (TES). Jumlah pengungsi yang tercatat hingga saat ini mencapai 227 jiwa.

Meski begitu, lanjut Sukono, warga berusia muda tetap beraktivitas biasa. Perkampungan tidak kosong sebab mereka berjaga di tempat tinggalnya.

Salah seorang warga Dusun Ngipiksari Desa Balerante, Juli, mengatakan aktivitas sebagian warga di dusun bagian atas tetap berjalan seperti biasa.

"Warga sebagian masih di atas. Jika pagi naik dan sore kembali turun seperti biasa," kata Juli saat dihubungi detikcom.

Salah seorang warga Dusun Deles, Desa Sidorejo, Riyanto menambahkan mereka melihat cahaya yang dia duga sebagai titik api dari desanya. Namun hingga saat ini warga di wilayah itu masih beraktivitas seperti biasa.

"Warga masih seperti biasa. Untuk mengungsi atau tidak nanti kita rapatkan dulu dengan warga lainnya," ujar Riyanto dihubungi detikcom, hari ini.

Sekretaris BPBD Pemkab Klaten, Nur Tjahjono, menambahkan pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi terkait kondisi terkini Gunung Merapi.

"Kita secepatnya adakan rapat koordinasi tentang langkah yang akan dilakukan. Termasuk struktur komando menghadapi situasi," jelas Nur Tjahjono di kantornya, siang ini.

Untuk pengungsi, kata Nur, diminta tetap berada di tempat evakuasi sambil menunggu informasi lebih lanjut dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

"Kami minta pengungsi tetap di tempat evakuasi sambil menunggu BPPTKG. Langkah kita tetap dalam kewaspadaan dan kordinasi dengan semua pihak," pungkas Nur Tjahjono. (sip/ams)