Kaleidoskop 2020: Waspada 2 Tahun, Status Gunung Merapi Naik ke Siaga

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 02 Jan 2021 12:16 WIB
Berdasarkan data aktivitas Gunung Merapi di BPPTKG aktivitas Gunung Merapi masih tinggi sehingga status masih dalam tingkat siaga.
Gunung Merapi dari kawasan Kaliworo, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (29/12/2020). Foto: Agung Mardika/detikcom
Yogyakarta -

Gunung Merapi berstatus Waspada (level II) sejak 21 Mei 2018. Dua tahun lebih berselang, tepatnya pada 5 November 2020, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan (BPPTKG) menaikkan status Gunung Merapi menjadi Siaga (level III).

"Aktivitas vulkanik saat ini dapat berlanjut ke erupsi yang membahayakan penduduk. Sehubungan dengan hal tersebut maka status aktivitas G. Merapi ditingkatkan dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) berlaku mulai tanggal 5 November 2020 pukul 12.00 WIB," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangannya, Kamis (5/11/2020).

Hanik menjelaskan pasca erupsi besar 2010, Merapi mengalami erupsi magmatis kembali pada 11 Agustus 2018 yang berlangsung sampai bulan September 2019.

Seiring dengan berhentinya ekstrusi magma, Merapi kembali memasuki fase intrusi magma baru yang ditandai dengan peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) dan rangkaian letusan eksplosif sampai dengan 21 Juni 2020.

"Aktivitas vulkanik terus meningkat hingga saat ini," ucap Hanik.

Hanik menjelaskan kronologi data hasil pemantauan aktivitas vulkanik, yaitu pertama setelah letusan eksplosif 21 Juni 2020, kegempaan internal yaitu VA, vulkanik dangkal (VB) dan fase banyak (MP) mulai meningkat.

Sebagai perbandingan, pada bulan Mei 2020 gempa VA dan VB tidak terjadi, dan gempa MP terjadi 174 kali. Pada bulan Juli 2020 terjadi gempa VA 6 kali, VB 33 kali, dan MP 339 kali.

Terjadi pemendekan jarak baseline EDM (Electronic Distance Measurement) sektor Barat Laut Babadan-RB1 (selanjutnya disingkat EDM Babadan) sebesar 4 cm sesaat setelah terjadi letusan eksplosif 21 Juni 2020.

Setelah itu pemendekan jarak terus berlangsung dengan laju sekitar 3 mm/hari sampai September 2020. Sejak bulan Oktober 2020 kegempaan meningkat semakin intensif. Pada 4 November 2020 rata-rata gempa VB 29 kali/hari, MP 272 kali/hari, guguran (RF) 57 kali/hari, hembusan (DG) 64 kali/hari.

Laju pemendekan EDM Babadan mencapai 11 cm/hari. Energi kumulatif gempa (VT dan MP) dalam setahun sebesar 58 GJ. Kondisi data pemantauan di atas sudah melampaui kondisi menjelang munculnya kubah lava 26 April 2006, tetapi masih lebih rendah jika dibandingkan dengan kondisi sebelum erupsi 2010.

Meski begitu, berdasarkan pemantauan udara tidak ada kubah lava baru. Sampai saat ini kegempaan dan deformasi masih terus meningkat, BPPTKG pun memberikan peringatan lontaran awan panas bisa sejauh 5 kilometer.

"Berdasarkan pengamatan morfologi kawah Merapi dengan metode foto udara (Drone) pada tanggal 3 November 2020 belum terlihat adanya kubah lava baru," jelasnya.

Sementara itu, update aktivitas Gunung Merapi per 30 Desember 2020, BPPTKG mencatat ada peningkatan laju deformasi Gunung Merapi. Selain itu, kegempaan di Merapi juga masih tinggi.

Selanjutnya, update aktivitas Gunung Merapi...

Selanjutnya
Halaman
1 2