Batu Diduga Bagian Candi Sewu di Pinggir Jalan Klaten Dievakuasi

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 31 Des 2020 18:52 WIB
Proses evakuasi batu diduga bagian Candi Sewu yang tergeletak di pinggir jalan di Klaten dievakuasi BCB Jateng, Kamis (31/12/2020)
Proses evakuasi batu diduga bagian Candi Sewu yang tergeletak di pinggir jalan di Klaten dievakuasi (Foto: Acmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng mengevakuasi lima batu komponen candi di Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Klaten. Batu-batu tersebut diduga komponen Candi Sewu.

"Batu-batu itu dilihat dari ukuran dan sistem pembuatanya mirip dari Candi Sewu. Sudah kita amankan semua," kata Pamong Budaya Madya BPCB Jateng Deni Wahyu Hidajat kepada detikcom di Desa Taji, Prambanan, Klaten, Kamis (31/12/2020).

Deni mengatakan evakuasi batu itu bermula dari laporan warga tentang lempeng batu yang tergeletak di tepi jalan. Saat dicek ternyata di sekitar lokasi ada batu serupa.

"Kita lihat di pekarangan dekat lokasi itu juga ada beberapa batu lalu juga kita cek. Awalnya diduga bagian dari candi Plaosan," tambah Deni.

Namun, setelah diteliti ditemukan kemiripan dengan Candi Sewu yang berlokasi di utara Candi Prambanan. Oleh karena itu, temuan batu itu kini diamankan di Candi Sewu.

"Kita bawa ke Candi Sewu agar aman. Kemungkinan bisa saja digunakan untuk pemugaran di Candi Sewu nantinya," terang Deni.

Deni menyebut batuan yang ditemukan itu ada yang bertakik dan ada pula yang berelief. Deni mengatakan dari lima temuan batu candi itu, ada dua blok batu lis candi, satu blok batu sungkup dan dua blok batu untuk kulit luar candi.

"Temuan semacam ini penting sebab bisa digunakan untuk pemugaran. Di sinilah pentingnya informasi dari masyarakat," ujarnya.

"Bahkan ada yang dirawat puluhan tahun sejak sang suami meninggal dan warga sangat mendukung pelestarian cagar budaya. Ada juga dari komponen Candi Gana," sambung Deni.

Dia menyebut batu kompenen candi itu bisa lepas dari situsnya karena banyak faktor penyebabnya. Salah satu contohnya bencana alam.

"Bisa karena bencana alam erupsi Gunung Merapi saat lampau, dimanfaatkan warga untuk berbagai keperluan atau dibuat pemberat gerobak jaman dulu sehingga tersebar," terang Deni.

Terpisah, salah seorang warga, Totok, tidak menyangka jika batu yang tergeletak di tepi jalan itu merupakan bagian candi. Sebab, menurutnya batu lempeng itu sudah lama ada di lokasi.

"Itu sudah lama di lokasi. Pengguna jalan tahunya itu penutup selokan sebab di dekatnya ada cor semen penutup saluran," kata Totok saat ditemui di lokasi.

Evakuasi dilakukan tim BPCB dengan menggunakan mobil bak terbuka. Setelah memberikan penjelasan ke warga, batu dibersihkan dan diangkut ke kompleks Candi Sewu.

(ams/ams)