Anggaran Danais DIY 2021 Rp 1,32 T, Mayoritas Dialokasikan untuk Budaya

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 31 Des 2020 10:35 WIB
Tugu Pal Putih Yogyakarta bebas dari kabel listrik, Rabu (16/12/2020)
Tugu Pal Putih Yogyakarta (Foto: Agus Septiawan/detikTravel)
Yogyakarta -

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) akan mendapatkan dana keistimewaan (danais) Rp 1,32 triliun untuk tahun 2021. Alokasi danais ini akan banyak digunakan untuk kepentingan kebudayaan.

"Tahun 2021 Pemda DIY akan mendapat alokasi Rp 1,32 triliun. Jadi kalau untuk danais alokasinya Rp 1,32 triliun artinya sama dengan (alokasi danais) tahun 2020," kata Paniradya Pati Keistimewan DIY Aris Eko Nugroho saat ditemui wartawan di Kota Yogyakarta, Kamis (31/12/2020).

Aris menyebut pihaknya telah merancang alokasi anggaran untuk memanfaatkan danais DIY pada tahun depan. Dia menyebut mayoritas penggunaan danais akan dimanfaatkan untuk urusan kebudayaan.

"Peruntukannya untuk urusan kebudayaan sekitar Rp 776 miliar, tata ruang Rp 483 miliar, kemudian untuk kelembagaan sekitar Rp 35 miliar dan sisanya diperuntukan untuk pertanahan," ujarnya.

Aris merinci salah satu anggaran untuk kebudayaan digunakan untuk pengadaan tanah di Gesing. Dia menyebut anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan itu mencapai sekitar Rp 50 miliar.

"Di samping itu untuk desa mandiri budaya pada Pemerintah Kalirahan dilakukan 2021 dengan angka sekitar Rp 18 miliar, itu yang berbeda di tahun 2021. Lainnya masih meneruskan kegiatan yang sudah didesain tahun 2020," katanya.

Aris merinci mulai 2021 mendatang sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) akan ikut memanfaatkan danais. Sehingga diharapkan penyerapan danais ini bisa merata.

"Sementara ini banyak yang akan kita coba seperti beberapa OPD kita kenalkan pakai danais seperti Dinas Tenaga Kerja, baru tahun 2021 nanti mengampu juga terkait dengan danais. Selanjutnya untuk teman-teman perikanan ada budidaya, pelatihan dan untuk pertanian kegiatan untuk lumbung pangan," terang Aris.

Paniradya Pati Keistimewan DIY Aris Eko Nugroho saat memberikan keterangan, Selasa (29/12/2020)Paniradya Pati Keistimewan DIY Aris Eko Nugroho saat memberikan keterangan, Selasa (29/12/2020) Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Untuk penggunaan danais tahun anggaran 2020, diakui belum termanfaatkan 100 persen. Dia menyebut faktor pandemi virus Corona atau COVID-19 turut menjadi penyebab anggaran itu belum semuanya terserap.

"Penyerapan hampir 96 persen, tapi masih perlu dihitung lagi (untuk pastinya), semoga kalau dari sisi angka lebih dari 93 persen di tahun 2020. Karena kalau bicara pandemi ada kegiatan yang kemudian berbeda. Kemudian kegiatan fisik ada yang terpaksa ditunda, misal pembangunan gedung Paniradiya," ujar Aris.

Lihat juga video 'Sampah yang Menumpuk di Kota Yogyakarta Mulai Dibersihkan':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/ams)