BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Yogya hingga 31 Desember

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Selasa, 29 Des 2020 20:40 WIB
Stasiun Klimatologi BMKG Sleman, Rabu (8/7/2020).
Foto: Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Rabu (8/7/2020). (Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Disebutkan potensi cuaca ekstrem ini berlangsung pada 29 hingga 31 Desember 2020.

"Waspada potensi cuaca ekstrem di DIY 29-31 Desember 2020," kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas, dalam keterangannya, Selasa (29/12/2020).

Reni menjelaskan, fenomena ini terjadi karena adanya sirkulasi siklonik di beberapa wilayah.

Pertama, sirkulasi siklonik terpantau di perairan barat Aceh, di Laut Natuna dan perairan utara Papua Barat yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Aceh bagian utara dan barat, di Kalimantan Barat bagian utara dan dari Filipina bagian selatan hingga Sulawesi Utara.

Kedua, sirkulasi siklonik lainnya terpantau di Australia bagian utara yang membentuk konvergensi memanjang di NTT bagian timur.

"Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut," jelasnya.

Konvergensi, kata Reni, terpantau memanjang di Sumatera Barat, di Riau, dari Bengkulu hingga Lampung, dari perairan selatan Jawa Barat hingga Laut Jawa. Kondisi ini berpengaruh terhadap cuaca di DIY yaitu berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

"Di wilayah DIY potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat ada di Kabupaten Kulon Progo (Samigaluh, Kalibawang), Sleman (Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel), Bantul (Piyungan, Imogiri), Gunungkidul (Gedangsari, Ngawen, Patuk)," ungkapnya.

Dengan adanya situasi potensi cuaca ekstrem ini, kata Reni, BMKG DIY mengimbau masyarakat untuk waspada.

"Waspada potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor," pungkasnya.

(rih/ams)