Edarkan Uang Palsu di Dieng, Pasutri Asal Bekasi Diringkus Polisi

Uje Hartono - detikNews
Kamis, 24 Des 2020 13:32 WIB
Polres Wonosobo rilis kasus uang palsu, Kamis (24/12/2020).
Polres Wonosobo rilis kasus uang palsu, Kamis (24/12/2020). Foto: Uje Hartono/detikcom
Wonosobo -

Pasangan suami istri (pasutri) asal Bekasi, Jawa Barat, diringkus Polres Wonosobo saat berlibur di Dieng. Keduanya diduga telah mengedarkan uang palsu di kawasan objek wisata Dieng.

Pasutri itu berinisial A (46) dan S (42). Keduanya ditangkap di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo. Menurut pengakuan pelaku, uang palsu tersebut sudah digunakan untuk membeli mainan anak dan sate.

"Jadi mereka dari Bekasi berniat liburan ke Dieng sekaligus mengedarkan uang yang diduga palsu ini. Berdasarkan keterangan awal, baru digunakan untuk membeli mainan anak dan juga sate," kata Kapolres Wonosobo AKBP Funkky Ani Sugiharto saat jumpa pers di kantornya, Kamis (24/12/2020).

Kasus ini bermula saat pedagang curiga dengan uang pecahan Rp 50 ribu yang dibayarkan oleh pasutri tersebut. Karena merasa janggal, kemudian pedagang itu melapor ke polisi.

Saat dilakukan penangkapan, polisi mendapatkan uang yang diduga palsu pecahan Rp 50 ribu sebanyak 125 lembar. Selain itu juga lem yang digunakan untuk menempelkan pita pada uang tersebut.

"Jumlah uang palsu ini ada 125 lembar pecahan Rp 50 ribu. Selain itu juga kami amankan untuk barang bukti uang 145 ribu. Uang ini merupakan hasil kembalian setelah membelanjakan uang palsu itu," terangnya.

Ia menyebut, tersangka A merupakan residivis kasus serupa. Sebelumnya ia sempat ditahan di Tangerang. Kedua tersangka ini akan dikenakan pasal 37, 36 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

"Ancaman hukumannya paling lama seumur hidup dan pidana denda Rp 100 miliar," imbuhnya.

Sementara tersangka A mengatakan ia sengaja berlibur ke Dieng pada libur akhir tahun atau Nataru ini. Ia pergi bersama istri dan dua anaknya.

"Memang sengaja ke Dieng kemudian ke Yogyakarta kemudian kembali lagi ke Jakarta. Sekarang dua anak saya sudah sama saudara," ujar A saat dihadirkan dalam jumpa pers.

Ia mengaku mendapat uang palsu tersebut dari temannya di Banten. Untuk satu paket uang palsu setengah jadi dibeli seharga Rp 3 juta.

"Satu paket harganya Rp 3 juta. Isinya Rp 10 juta," sebutnya.

Simak video 'Gegara Mau Beli Narkoba, Pembuat-Pengedar Uang Palsu di Jambi Ditangkap':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/rih)