Terpopuler di Jateng: Laka KA Brantas Vs Mobil Patroli TNI/Polri, 3 Tewas

Andika Tarmy - detikNews
Minggu, 20 Des 2020 09:30 WIB
Mobil patroli Polsek Kalijambe tertabrak Kereta Api (KA) Brantas di Sragen, Jawa Tengah. Akibat kecelakaan ini mobil ringsek, dua orang tewas dan satu orang hilang.
Bangkai Mobil Polsek Kalijambe Ringsek Usai Tertabrak KA (Foto: Kartika Bagus)
Sragen -

Mobil patroli gabungan berisikan dua anggota Polri dan seorang anggota TNI terlibat kecelakaan dengan Kereta Api (KA) Brantas di Sragen, Jawa Tengah. Dua anggota Polri ditemukan tewas di lokasi kejadian, sementara seorang anggota TNI baru ditemukan dua hari kemudian karena hanyut ke sungai.

Kecelakaan nahas ini terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang di Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah, Minggu (13/12) menjelang tengah malam. Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi mengatakan mobil patroli Polsek Kalijambe tersebut berisi dua orang anggota Polsek Kalijambe dan satu orang anggota TNI yang sedang melakukan patroli gabungan rutin.

"Sekitar pukul 23.00 WIB mobil patroli gabungan tersebut tertabrak kereta api dari arah Pasar Senen (Jakarta) menuju Blitar, yang melintas di persimpangan perlintasan tanpa palang pintu," ujar Yuswanto, di lokasi kejadian, Senin (14/12/2020).

Mobil patroli itu sempat terseret lebih dari 100 meter dari lokasi tabrakan akibat terdorong laju kereta. Akhirnya kereta Brantas itu berhenti tepat di atas jembatan Kali Cemoro, sedangkan mobil patroli itu rusak berat terlindas kereta.

"Jenazah Aipda Samsul sudah berhasil dievakuasi. Jenazah Bripka Slamet sedang proses (evakuasi), sedangkan jenazah anggota TNI atas nama Pelda Eka Budi, sadang dalam pencarian. Ada kemungkinan jatuh ke sungai. Jika tidak ditemukan di lokasi, akan dilakukan susur sungai setelah matahari terbit," lanjut Yuswanto.

Proses evakuasi pun berlangsung dramatis karena mobil patroli itu berada di atas jembatan. Petugas pun harus berhati-hati agar bangkai mobil tidak jatuh ke sungai yang memiliki arus deras. Sekitar pukul 03.00 WIB mobil patroli itu baru bisa dievakuasi dari kolong kereta.

Paginya, tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI-Polri dan relawan gabungan menggelar operasi pencarian Pelda Eka Budi. Pencarian Pelda Eka Budi ini juga dilakukan dengan menyusuri Sungai Cemoro sejauh empat kilometer.

"Kalau (berdasarkan) orientasi pematangan medan kami, dimungkinkan 60 persen survivor jatuh ke air. Sehingga sebagian pencarian khususnya teman-teman SAR kita terjunkan ke air untuk penyusuran sampai ke Dam Bapangan yang berjarak empat kilometer," terang On Scene Commander (OSC) Basarnas Pos SAR Surakarta, Tri Puji Sugiharto, Senin (14/12).

Namun hingga sore hari, keberadaan Pelda Eka Budi, anggota TNI korban kecelakaan mobil patroli yang tertabrak kereta api (KA) Brantas di Sragen, Jawa Tengah, masih menjadi misteri. Tim SAR gabungan hingga Senin petang belum dapat menemukan keberadaan korban.

"Pukul 17.00 WIB (tim pencari) kita tarik, (operasi pencarian) kita tutup sementara. Kita evaluasi dilanjutkan operasi besok pagi," ujar Tri.

Pihaknya memperkirakan posisi korban masih berada di radius lima kilometer dari jembatan. Sebagai langkah antisipasi, relawan juga telah memasang jaring di Jembatan Sari.

"Teman-teman dari SAR Himalawu sudah menyiapkan jaring di Jembatan Sari. Kalau estimasi kami dengan berbagai faktor, ini kan belum ada 24 jam. Kalau nanti sudah 24 jam harapan kami bisa mengambang," jelasnya.

Di sisi lain, perlintasan tanpa palang yang menjadi lokasi kecelakaan itu akhirnya ditutup permanen Penutupan perlintasan tanpa palang di Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen itu ditutup KAI.

"Untuk yang lokasi sekarang informasi dari lapangan ditutup langsung. Penutupan dilakukan oleh gabungan PT KAI, Pemda Sragen dan pihak terkait. Ditutup permanen," ujar Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta, Supriyanto, saat dihubungi detikcom, Senin (14/12).

Keesokan harinya, Pelda Eka Budi, korban kecelakaan mobil patroli yang tertabrak KA Brantas di Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, akhirnya ditemukan. Korban ditemukan meninggal dunia, mengapung di aliran Kali Cemoro sekitar dua kilometer dari lokasi kecelakaan.

"Sudah ditemukan kurang lebih tadi pukul 09.30 WIB. Kondisinya sudah meninggal dunia," ujar Dandim 0752/Sragen, Letkol (Inf) Anggoro Heri Pratikno, saat ditemui detikcom di RSUD dr Soeratno Gemolong, Selasa (15/12).

Selanjutnya jasad Pelda Eka ditemukan di Kali Cemoro..

Selanjutnya
Halaman
1 2