Pilkada Solo

Polisi Larang Pendukung Gibran dan Bajo Konvoi-Nobar Debat Nanti Malam

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 13:25 WIB
Debat II Pilkada Solo
(Foto: Dok KPU Kota Solo)
Solo -

Jelang debat publik kedua Pilkada Solo, para pendukung dua pasangan calon (paslon) diimbau tak menggelar nonton bareng (nobar). Imbauan tersebut dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19.

Kapolresta Solo, Kombes Ade Safri Simanjuntak, telah mengeluarkan surat pemberitahuan terkait imbauan tersebut. Surat dikirimkan kepada paslon Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo), partai politik dan tim kampanye.

"Diimbau untuk tidak melaksanakan nonton bareng. Apalagi sampai melibatkan massa dalam jumlah besar hingga berakibat pada kerumunan massa dan diabaikannya protokol kesehatan," kata Ade Safri saat dihubungi detikcom, Kamis (3/12/2020).

Menurutnya, acara debat publik telah disiarkan melalui televisi lokal dan dapat disaksikan secara online. Masyarakat diminta menyaksikan di rumah masing-masing.

Selain itu, dia juga melarang para pendukung mendatangi lokasi debat di stasiun televisi lokal Solo. Pendukung dilarang pula melakukan konvoi di jalanan.

"Dilarang melakukan iring-iringan, konvoi dan/atau menghadirkan massa di lokasi debat. Bisa kita bubarkan," pesan Ade Safri.

Diberitakan sebelumnya, agenda debat kedua Pilkada Solo hari ini bertema 'Memajukan Surakarta sebagai Kota Budaya yang Inovatif dalam Keberagaman Melalui Kolaborasi dan Penguatan Civil Society' yang akan digelar pada pukul 19.30 hingga 21.30 WIB di studio sebuah televisi swasta di Solo.

"Kalau debat pertama disiarkan di stasiun televisi nasional, sekarang kita siarkan lewat stasiun televisi lokal. Tapi tetap bisa dilihat lewat medsos kami," kata Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, saat dihubungi detikcom, Selasa (24/11).

Sementara terkait tim penyusun materi debat, KPU Solo masih menunjuk tim yang sama. Mereka adalah Prof Dr Ismi Dwi Astuti, MSi (Dekan FISIP UNS), Sri Hastjarjo, PhD (Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNS/pengamat komunikasi politik), Ahmad Rifai (aktivis Kota Solo), Pamikatsih (aktivis disabilitas), Gunawan Setiawan (pengusaha batik Kauman).

(ams/mbr)