Belasan Nakes Kena Corona, IGD RSUD Purworejo Ditutup

Rinto Heksantoro - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 10:09 WIB
RSUD dr Tjitrowardojo, Purworejo.
Foto: RSUD dr Tjitrowardojo, Purworejo. (Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo -

Layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo ditutup untuk sementara waktu. Hal tersebut dilakukan lantaran sejumlah tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut terpapar COVID-19.

Penutupan sementara layanan IGD tersebut telah disampaikan oleh Plt Direktur RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo, dr Kuswantoro MKes, melalui surat resmi kepada Pjs Bupati Purworejo tertanggal 2 Desember 2020. Sesuai rencana, penutupan akan dilakukan mulai Kamis (3/12/2020) hari ini hingga Minggu (6/12/2020).

"Betul, (tutup) mulai tanggal 3 Desember pukul 00.00 wib sampai dengan 6 Desember pukul 23.59 WIB. Dengan demikian tanggal 7 Desember sudah bisa melayani lagi," kata Humas RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo, Lely Dwi Pramudyani saat dihubungi detikcom, Kamis (3/12/2020) pagi.

Adapun belasan petugas medis yang terpapar COVID-19 berdasarkan rincian yang tertulis dalam surat resmi untuk Pjs Bupati Purworejo antara lain di IGD terdapat 1 orang dokter dan 3 orang perawat.

Selain itu, petugas medis lain yang terpapar terdapat di Instalasi Intensive Care Unit 1 orang dokter dan 4 orang perawat, Instalasi Rawat Jalan terdapat 1 orang dokter, Instalasi Penyuci Hama terdapat 1 orang pelaksana, Instalasi Radiologi terdapat 1 orang dokter dan di Bangsal Melati juga terdapat 2 orang perawat terkonfirmasi positif.

Untuk mencegah bertambahnya tenaga medis maupun non medis yang terkonfirmasi COVID-19 serta untuk memutus rantai penularan baik di internal rumah sakit atau dengan masyarakat, pihak rumah sakit langsung melaksanakan swab test massal.

Pemeriksaan swab test massal tersebut dilaksanakan bagi seluruh karyawan-karyawati dari tenaga medis, non medis sampai dengan satpam dan cleaning service.

Meski pun IGD ditutup untuk sementara waktu, namun pelayanan lain di RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo tetap buka seperti biasa. Masyarakat pun diimbau untuk tidak panik dan selalu mematuhi protokol kesehatan.

"(Pelayanan lain) masih buka, kami juga masuk kerja biasa kok," imbuh Lely.

Sementara itu, Juru Bicara Protokol COVID-19 Kabupaten Purworejo, Tolkha Amaruddin memaparkan hingga saat ini, di Purworejo terdapat 1.313 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Dari jumlah tersebut, 12 di antaranya masih dirawat, 212 menjalani isolasi mandiri, 57 meninggal dunia dan 1.032 dinyatakan sembuh.

"Warga kami imbau agar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan 3 M yakni menggunakan masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan dengan sabun, plus menghindari kerumunan," imbaunya.

(mbr/mbr)