Banjir di Rembang Surut, Warga Bersihkan Lumpur dan Sampah

Arif Syaefudin - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 12:27 WIB
bersih-bersih pasca banjir di rembang, 30/11/2020
Bersih-bersih pasca banjir di Rembang. (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)
Rembang -

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Rembang, Jateng sejak Minggu (29/11) malam, mulai surut pada Senin (30/11/2020) pagi. Warga mulai bergotong royong untuk membersihkan sisa banjir seperti lumpur, sampah dan tanaman yang rusak.

Pantauan detikcom, sejumlah warga di Dusun Bagel Desa Mondoteko Kecamatan kota Rembang, mulai kembali ke rumah masing-masing usai dievakuasi akibat banjir semalam. Mereka mulai memisahkan barang yang rusak dan membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir.

Kepala Desa Mondoteko, Sudarto mengatakan, akibat banjir puluhan rumah warga rusak. Sejumlah saluran drainase di Desa setempat juga mengalami kerusakan akibat terjangan banjir yang cukup deras. Diduga, banjir diakibatkan saluran drainase yang tidak berfungsi sehingga air melimpas ke pemukiman warga.

"Yang rusak kebanyakan rumah. Kalau drainase, gorong-gorong ini memang terpaksa harus kita jebol. Biar air bisa jalan, ini gak bisa lancar air mengalirnya karena tersumbat. Sehingga pas ada air, airnya itu gak masuk melimpas ke pemukiman," ujarnya saat ditemui detikcom, Senin (30/11/2020).

Tak ada korban jiwa dalam insiden banjir tersebut. Meski demikian, banyak warga yang mengaku kehilangan barang diduga terseret arus banjir.

"Kepada pihak pemerintah, untuk ditindaklanjuti masa ke depannya agar dalam pembuatan jalan di sini paling tidak ada gorong-gorongnya sehingga air dari sawah itu bisa terurai. Air dari desa di sisi selatan, tidak bisa mengalir langsung ke sungai, imbasnya ke rumah warga," terangnya.

Imbas dari hujan deras yang terjadi sejak Minggu (29/11) siang, banjir sempat melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Rembang. Terparah yakni di Desa Mondoteko dan Desa Tireman Kecamatan kota Rembang.

bersih-bersih pasca banjir di rembang, 30/11/2020Bersih-bersih pasca banjir di Rembang. (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)

Kepala seksi kedaruratan BPBD Rembang, Pramujo menyebut, ada sebanyak 8 titik yang tersebar di Kecamatan kota Rembang, dan Kecamatan Kaliori. Ketinggian mulai 20 sentimeter sampai 130 sentimeter.

"Ada 8 titik, di Kecamatan kota Rembang itu Desa Tireman, Desa Mondoteko, Desa Ngotet, Desa Gedangan, Desa Kabongan Kidul, Jalan Rembang - Blora, Perumahan Palm View. Kemudian di Kecamatan Kaliori, di Desa Kuangsan. Terparah ya di Bagel Mondoteko dan Tireman," terang Pramujo.

(mbr/mbr)