Seorang Pengasuh Ponpes di Klaten Meninggal Positif Corona

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 17:52 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi virus Corona atau COVID-19. (Edi Wahyono)
Klaten -

Seorang pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, berusia 66 tahun, meninggal positif virus Corona atau COVID-19. Almarhum telah dimakamkan kemarin.

"Dirawat sejak hari Selasa dan meninggal hari Kamis lalu sorenya dimakamkan langsung. Awalnya dikira asam lambung," kata Ketua Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Desa Keputran, Kecamatan Kemalang, Wuryanto, saat dihubungi detikcom, Jumat (27/11/2020).

Menurut Wuryanto, almarhum sebelumnya dirawat di RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro sejak Selasa (24/11) sampai Kamis (26/11). Berdasarkan informasi keluarga, almarhum memiliki riwayat diabetes.

"Informasinya dibawa ke RS karena kadar gula naik tetapi setelah dirawat mengalami sesak napas. Ternyata dinyatakan positif COVID," jelasnya.

Karena dinyatakan positif Corona, lanjut Wuryanto, almarhum dimakamkan dengan protokol COVID-19. Jenazah tidak diturunkan, hanya di mobil dan disalatkan lalu dimakamkan.

"Jadi dimakamkan protokol COVID. Jenazah tidak turun tapi disalatkan sejenak sebelum dimakamkan," ucap Wuryanto.

Saat ini satgas berkoordinasi untuk menindaklanjuti kasus itu. Tracing sementara dilakukan pada orang dekat.

"Tracing nanti pada keluarga dekat dulu yang kontak erat. Di pondok tidak ada santri tapi santri cukup banyak hanya saja tidak menetap di pondok atau istilahnya santri kalong," sambung Wuryanto.

Satgas saat ini juga belum bisa memastikan dari mana almarhum tertular Corona. Sebab di desanya belum ada kasus positif.

"Belum ada kasus positif di desa. Mungkin dari sebuah RS lain saat awal memeriksakan diri," lanjut Wuryanto.

Terpisah, Staf Ahli Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, Roni Reokmito, membenarkan almarhum meninggal terkonfirmasi positif Corona. Kabar meninggalnya almarhum mengejutkan karena sebelum dirawat di rumah sakit masih beraktivitas biasa.

"Juga mengejutkan. Sebab sepekan sebelum meninggal almarhum masih beraktivitas pengajian, teman saya yang ikut saya sarankan rapid," ungkap Roni saat dihubungi detikcom, hari ini.

(rih/sip)