Monyet Masuk Permukiman di Lereng Merapi Magelang, Ini Kata TNGM

Eko Susanto - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 15:35 WIB
Monyet ekor panjang di pekarangan warga, Dusun Gedangan, Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Rabu (18/11/2020).
Monyet ekor panjang di pekarangan warga, Dusun Gedangan, Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Rabu (18/11/2020). Foto: dok. Aan Nugroho
Magelang -

Warga Dusun Gedangan, Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, melaporkan adanya sejumlah monyet ekor panjang yang masuk ke permukiman. Peristiwa itu terjadi pagi tadi.

Salah satu warga Dusun Gedangan, Aan Nugroho, yang mengetahui keberadaan monyet tersebut sempat memfoto dan merekam video dengan kamera ponselnya.

Monyet yang turun di lokasi perkampungan tersebut sempat berada di pohon samping rumah warga sekitar pukul 05.00 WIB.

"Ya memang tadi sekitar jam 5 pagi ada satu ekor monyet berada di samping rumah. Kalau kata orang-orang tua kalau kedatangan hewan liar seperti itu berarti tempat aman," kata Aan dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (18/11/2020).

Aan menduga monyet itu berasal dari hutan lereng Gunung Merapi. Karena jarak antara dusunnya dengan puncak Gunung Merapi sekitar 8 kilometer.

"Kemungkinan dari atas (Merapi) karena sudah nggak ada makanan atau mungkin suhu Merapi yang sudah mulai panas, biasanya begitu," ujar Aan.

Sementara itu, kakek Aan, Muhseran (72), menambahkan saat pulang dari masjid pagi tadi ia juga melihat seekor monyet di samping rumah. Ia melihat monyet ekor panjang ini akan melompat pohon yang berdekatan dengan rumah, namun dihalaunya.

"Pulang dari subuhan di samping rumah melihat monyet ekor panjang seperti mau mencari makan. Biasanya kalau diampiri hewan liar lokasi yang aman," kata Muhseran, saat ditemui di rumahnya.

Warga setempat lainnya, Jumar (70), mengatakan dia juga melihat ada satu ekor monyet yang berada di pohon bambu, kemudian tiga ekor lagi di pohon lainnya.

"Tadi pagi, di pucuk bambu ada satu, di sana ada tiga ekor, jadi empat ekor. Warga sini kalau ada monyet tanda-tanda daerah aman," kata Jumar.

Menurutnya, baru kali ini kawanan monyet ekor panjang turun hingga ke permukiman sejak status Gunung Merapi naik dari Waspada (level II) ke Siaga (level III). Jumar menduga monyet-monyet tersebut akan mencari makan.

"Baru kali ini monyet turun sampai sini setelah Merapi mulai panas (status Siaga)," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Wiryawan mengatakan, pihaknya belum menerima laporan adanya monyet ekor panjang yang turun di permukiman warga tersebut.

Menurut Wiryawan, monyet keluar dari kelompoknya tersebut merupakan hal yang wajar. Tapi jika sudah mengganggu warga maupun tanaman, maka perlu ditindaklanjuti.

"Kalau di Magelang, saya belum mendapatkan laporan itu. Kalau turun itu wajar, tapi kalau sudah mengganggu warga, mengganggu tanaman itu juga harus ditindaklanjuti," kata Wiryawan.

Wiryawan menambahkan, jika hanya satu-dua ekor monyet keluar dari kelompoknya, itu adalah bagian dari perilaku mereka.

"Kalau hari biasa, kalau hanya satu atau dua ekor, juga biasa turun karena itu bagian dari perilaku mereka, dinamika kelompok. Jadi ada kelompok yang habis berkelahi kemudian tersingkir jadi nanti butuh penyesuaian lagi untuk masuk ke kelompok. Itu kalau monyet perilakunya seperti itu, tapi tidak tertutup kemungkinan sekarang itu juga karena alasan aktivitas Gunung Merapi," imbuhnya.

(rih/mbr)