Maulid Akbar Habib Luthfi di Pekalongan Bakal Digelar Usai Pilkada

Robby Bernardi - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 13:34 WIB
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (kiri) didampingi Ketua Jatman Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya (dua kiri) dan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi (tengah) berfoto bersama saat menghadiri Silaturahmi ulama, TNI, dan Polri yang bertema Merah Putih Tidak Melupakan Sejarah di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (15/12/2018). Menhan mengimbau untuk membangun kesadaran dan cara berpikir umat Islam yang utuh dan benar dalam menyikapi keberagaman sebagai suatu kekuatan dan harmoni yang indah demi keutuhan NKRI. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/aww.
Habib Luthfi bin Yahya (Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)
Kota Pekalongan -

Acara Maulid Akbar 1442 Hijriyah/2020 Masehi di Kanzus Sholawat milik Habib Luthfi bin Yahya Kota Pekalongan, Jawa Tengah, resmi diundur. Rencananya, acara tersebut baru akan digelar usai pelaksanaan Pilkada sebagai penyejuk suasana politik.

"Diundur, nanti Insyaallah tanggal 20 Desember. Jadi mohon dengan hormat dan permintaan maaf yang sebesar-besarnya, atas mundurnya ini," jelas Habib Luthfi.

Hal tersebut disampaikan Habib Luthfi bin Yahya kepada panitia acara Maulid Akbar Kanzus Sholawat, Selasa (17/11) malam yang rekamannya diterima detikcom, Rabu (18/11/2020).

Habib Luthfi mempunyai alasan untuk menunda acara yang sebelumnya sudah dipersiapkan matang tersebut. Selain masih pandemi Corona, disebutkan juga pertimbangan soal perhelatan Pilkada di sejumlah daerah.

"Alasan lainnya, banyak wilayah di Jawa Tengah saat ini, menghadapi Pilkada. Supaya kita semuanya tidak terkontaminasi keperluan politik dan kita semuanya punya hak pilih masing-masing. Setelah 9 Desember baru kita lakukan sebagai penyejuk suasana nasional (usai Pilkada)," katanya.

Pengunduran acara maulid, lanjutnya, bukan kali ini saja terjadi. Di era Presiden SBY, juga pernah acara diundur. "Dulu maulid kurang dua hari pernah saya undur karena kedatangan Pak SBY, tanggal berubah," katanya.

Habib Luthfi berpesan pada semua panitia dan warga pada umumnya, untuk senantiasa berhati-hati dengan suasana seperti saat ini.

"Jangan memberikan peluang pada oknum-oknum manusia yang membenturkan kita atau menyalahpahami tentang mundurnya ini. Tidak ada tekanan dari siapa pun untuk mundurnya 20 Desember. Ini kebijakan dan dengan penuh pertimbangan," kata Habib Luthfi.

"Jangan dikasih bumbu masak. Sekarang oknum-oknum itu bermunculan, sengaja membenturkan sesama kita. Sarana yang paling ampuh adalah medsos yang sangat luar biasa. Jangan sampai kita pengaruh oleh suara sumbang yang akan membenturkan satu dengan yang lainnya," tambah Habib Lutfi.

(mbr/ams)