Round-Up

Hajatan Nikah Jadi Tragedi, Pengantin Baru-Ortunya Meninggal Kena Corona

Andika Tarmy - detikNews
Minggu, 15 Nov 2020 09:35 WIB
Sragen -

Hajatan nikah di Sragen berujung tragedi usai pengantin baru dan kedua orang tuanya meninggal dunia. Ketiganya dinyatakan terkonfirmasi virus Corona atau COVID-19 dan pesta itu dinyatakan sebagai klaster di Sragen.

Kepala desa setempat, Edi Subagyo mengatakan sang pengantin baru L (28) selama ini bekerja sebagai tenaga kesehatan di Cakung, Jakarta Timur. L pulang ke Sragen pada 22 Oktober 2020 lalu, dalam rangka untuk melangsungkan pernikahan.

"Tanggal 24 Oktober dilangsungkan ijab dan resepsi kecil-kecilan, hanya mengundang tetangga kampung. Memang terkait hajatan, kalau tidak besar dan memenuhi protokol kesehatan kami memberikan izin," ujar Edi Subagyo dihubungi detikcom, Selasa (10/11/2020).

Edi mengatakan pada Senin (26/10), keluarga L akan melangsungkan prosesi ngunduh manten di rumah suaminya di Wonogiri. Namun, di tengah perjalanan L kolaps.

"Sebelum berangkat sudah mengeluh sakit dan sempat dibawa ke klinik sekitar satu kilometer dari rumah. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Wonogiri, namun di tengah perjalanan sudah nggak kuat sehingga langsung dilarikan ke RSUD Moewardi," kata Edi.

Edi menerangkan L dinyatakan meninggal Kamis (5/11), lalu disusul kedua orang tuanya tak berselang beberapa hari. Edi mengatakan ketiganya riwayat penyakit.

"L kecilnya punya riwayat asma. Sementara ayah dan ibunya, kedua-duanya sakit gula. Ibunya bahkan sempat opname di rumah sakit sepekan sebelum pelaksanaan resepsi," urai Edi.

Terpisah, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen menyatakan tiga orang sekeluarga tersebut meninggal dalam kondisi positif Corona. Ketiganya meninggal secara berurutan hanya berselang beberapa hari saja.

"Yang bersangkutan (L) positif COVID-19. Meninggal tanggal 5 November di RSUD Moewardi. Ibunya meninggal tanggal 6 November dan ayahnya meninggal Senin kemarin (9 November). Orang tuanya juga positif," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen Hargiyanto.

Hargiyanto mengatakan ibu L sempat menjalani perawatan di RSUD Ngipang Solo. Sementara ayahnya dirawat di RSUD dr Soeratno Gemolong.

"Dua-duanya kemungkinan terpapar dari anaknya. Sementara anaknya kemungkinan terpapar dari Jakarta karena bekerjanya di Jakarta," terangnya.

DKK Sragen kemudian melakukan tracing terkait temuan kasus ini. Tracing dilakukan ke-113 warga Desa Wonorejo yang melakukan kontak erat terhadap ketiga pasien positif tersebut.

"Kita tracing. Senin (9/11) kemarin kita swab 51 orang, Selasa (10/11) kita swab 62 orang. Seluruhnya kontak erat dengan ketiga pasien positif," imbuhnya.