4 Batu Berukir Vas Bunga Ditemukan di Areal Pemakaman Semarang

Akbar Hari Mukti - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 18:16 WIB
Penampakan empat batu berukir vas bunga (purnaghata) yang ditemukan di areal makam di Kabupaten Semarang, Jumat (13/11/2020).
Penampakan empat batu berukir vas bunga (purnaghata) yang ditemukan di areal makam Kabupaten Semarang (Foto: Akbar Hari Murti/detikcom)
Kabupaten Semarang -

Warga dusun Klotok, Bawen, Kabupaten Semarang menemukan empat batu berukir vas bunga di kompleks pemakaman setempat. Tim ahli cagar budaya (TACB) Kabupaten Semarang menyebut batu tersebut merupakan batu purnaghata dan biasa ditemukan di areal makam.

"Warga menemukan batu purnaghata atau bagian struktur candi di makam, Oktober (30/10) lalu. Hari ini kami melakukan penelitian awal terhadap batuan tersebut," kata Ketua TACB Kabupaten Semarang, Tri Subekso saat ditemui di lokasi, Jumat (13/11/2020).

Tri menerangkan keempat batu purnaghata itu ditemukan di kedalaman sekitar satu meter di kompleks makam. Oleh warga, batu yang diduga struktur candi tersebut lalu dievakuasi dan kini dirawat.

"Para warga awalnya tak mengetahui jenis batuan tersebut. Mereka melihat ukiran vas bunga dan tanaman di batuan itu lantas dijaga oleh warga," lanjutnya.

Tri menerangkan ciri khas batu purnaghata yakni batuan itu berukir ragam hias berupa vas bunga atau tanaman bersulur. Tri menyebut keempat batu purnaghata itu diduga berasal dari periode klasik atau masa Hindu-Buddha.

Dia menambahkan, purnaghata merupakan ragam hias yang biasa ditemukan di bangunan candi. Selain itu, diperkuat dengan adanya sumber air di sekitar makam tersebut.

"Dari penelitian TACB Kabupaten Semarang, biasanya bangunan suci atau candi selalu dibangun di dekat sungai atau sumber air," jelasnya.

Tri menyebut temuan ini bakal dicatat dari segi ukuran dan temuan ragam hiasnya. Masyarakat setempat meminta batu purnaghata itu tidak dipindahkan.

"Warga Dusun Klotok menghendaki batuan tersebut tetap ada di makam, maka mengimbau mereka untuk secara berkala melakukan pembersihan dan perawatan batu yang ditemukan tersebut," tuturnya.

(ams/sip)