Jika Gunung Merapi Erupsi, 76 TPS Pilkada di Klaten Harus Direlokasi

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 09 Nov 2020 14:28 WIB
Sejumlah warga di kawasan rawan bencana Gunung Merapi tampak beraktivitas normal. Sebagian warga datang untuk bekerja dan saat sore hari kembali ke pengungsian.
Gunung Merapi dari arah Klaten, 9/11/2020. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

KPU Kabupaten Klaten menyiapkan skenario pelaksanaan Pilkada 2020 di wilayah kawasan rawan bencana (KRB) erupsi Gunung Merapi menyusul naiknya status ke Siaga. Jika terjadi erupsi besar maka 76 TPS akan terdampak langsung dan harus direlokasi untuk pencoblosan.

"18 TPS (direlokasi) itu dengan asumsi erupsi kecil seperti tahun 2006. Kalau erupsi besar seperti tahun 2010, dimungkinkan 76 TPS se-Kecamatan Kemalang akan direlokasi," ucap Komisioner KPU Klaten Divisi Teknis Penyelenggaraan, Syamsul Hudae, kepada detikcom di kantornya, Senin (9/11/2020).

"Kita sudah koordinasi dua kali dengan PPK (panitia pemilihan kecamatan) dan PPS (panitia pemungutan suara) Kecamatan Kemalang. Kita petakan ada 18 TPS di tiga desa KRB (kawasan rawan bencana) dan perkembangan terkini dari 18 TPS itu sudah ada tiga TPS yang mengungsi," jelas Syamsul.

Syamsul menjelaskan di tiga desa KRB di Klaten yaitu Desa Balerante, Sidorejo dan Tegalmulyo dengan total 18 TPS. Rinciannya di Desa Balerante ada empat TPS, Desa Sidorejo ada 9 TPS dan Desa Tegalmulyo ada 5 TPS.

"Dari 18 TPS itu ada tiga TPS yang sudah mengungsi pemilihnya. Yaitu TPS 1 Desa Balerante dan TPS 4 dan 5 Desa Tegalmulyo," jelas Syamsul.

Apabila kondisi Gunung Merapi masih seperti saat ini yang direkomendasikan hanya sejauh lima kilometer, kata Syamsul, maka hanya tiga TPS itu yang akan direlokasi. Jika sampai tanggal 9 Desember kondisi Gunung Merapi, tidak berubah maka TPS tersebut dipindahkan coblosannya.

"Kalau hanya seperti ini hanya tiga TPS yang terpengaruh. Tadi sudah ada pemetaan untuk tiga TPS itu akan dilaksanakan coblosan di sekitar lokasi pengungsian, dan ini sudah ada perencanaan" terang Syamsul.

Untuk skenario jika terjadi erupsi sebesar 2010, tambah Syamsul, KPU telah meminta PPK dan PPS di kecamatan Kemalang melakukan pemetaan. Ada tiga shelter dan desa-desa paseduluran.

"Tempat evakuasi akhir ada tiga shelter pengungsi jika erupsinya besar yaitu di Kebonarum, Prambanan dan Karangnongko serta desa paseduluran. Kita sudah meminta PPK dan PPS memetakan, dalam Minggu ini kita akan naik untuk membahas," papar Syamsul.

Pemetaan dilakukan, tegas Syamsul diperlukan sebab pelaksanaan pilkada akan lintas kecamatan karena shelter di tiga kecamatan. KPU akan mengundang PPK tiga kecamatan itu.

(mbr/sip)