Bagyo Akan Bangun Perumahan di Bantaran, Gibran: Apa Nggak Melanggar?

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 21:11 WIB
Cawalkot Solo FX Supardjo di Debat Pilkada Solo 2020 di The Sunan Hotel, Solo yang disiarkan lewat stasiun tv swasta, Jumat (6/11/2020).
Cawalkot Solo FX Supardjo di Debat Pilkada Solo 2020, Jumat (6/11/2020). (Foto: dok. tangkapan layar debat Pilkada Solo 2020 yang disiarkan TV)
Solo -

Dalam debat Pilkada Solo, calon wali kota nomor urut 2 Bagyo Wahyono menyebut akan membangun perumahan di bantaran sungai untuk warga miskin yang belum punya rumah. Paslon nomor urut 1 Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa pun menimpali apakah hal itu tidak melanggar aturan.

Awalnya, dalam salah satu segmen debat, ditunjukkan video tentang kondisi salah satu warga yang tidak memiliki rumah sejak lahir. Dalam kesempatan ini, Bagyo Wahyono memberikan jawaban.

Bagyo mengatakan warga miskin seperti yang digambarkan dalam video itu adalah prioritas bagi pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo). Dia menjanjikan akan membangun perumahan di bantaran sungai. Hal itu mendapat tanggapan dari Teguh.

"Pak Bajo tadi menyampaikan akan membangun rumah-rumah di bantaran sungai. Sementara ini mulai dari kepemimpinan (wali kota Solo) Pak Jokowi, FX Rudy-Purnomo, bantaran sudah dibersihkan semuanya, kemudian ada rumah susun, ada rumah deret. Ini mestinya itu tanah ilegal, strateginya apa? Kenapa bangun rumah di bantaran sungai?" kata Teguh dalam debat di The Sunan Hotel, Solo, seperti ditayangkan salah satu stasiun tv swasta nasional, Jumat (6/11/2020).

Kemudian Bagyo menjawab bahwa pihaknya sudah membicarakan bersama terkait strateginya itu.

"Memang kita punya rembuk bareng, sasaran utama bantaran sungai, saya sudah survei kawasan Semanggi, masih luas tanahnya. Kita akan rembuk bareng, Bajo sudah mendata di sana, memang layak dijadikan rumah susun. Tapi kita nanti akan tahu dari tokoh-tokoh Kota solo, sekiranya di mana tempat yang bisa dimanfaatkan untuk rumah susun," kata Bagyo.

Sementara itu, Gibran Rakabuming Raka menimpali ke Bagyo, apakah rencana membangun perumahan di bantaran tidak melanggar aturan.

"Pak Bagyo, kembali ke masalah rumah yang akan didirikan di bantaran sungai, ini kan kota-kota lain berusaha membersihkan, ini kok Pak Bagyo malah akan membangunnya di bantaran sungai, apa tidak melanggar regulasi yang sudah ada?" kata Gibran.

(rih/mbr)