Siswa SMP Solo Mulai Uji Coba Sekolah Tatap Muka Lusa

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 16:15 WIB
Suasana uji coba sekolah tatap muka di Solo, Senin (2/11/2020). Uji coba sekolah tatap muka di tingkat SMP di Solo ini bakal digelar Rabu (4/11/2020).
Suasana uji coba sekolah tatap muka di SMP Al-Azhar Syifa Budi, Solo. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Siswa kelas IX atau 3 SMP di Solo akan memulai sekolah tatap muka lusa. Hari ini, guru dan siswa menjalani rapid test sebagai screening awal pencegahan terjadinya penularan virus Corona atau COVID-19.

Untuk tahap awal, ada tiga sekolah yang ditunjuk melakukan pertemuan tatap muka, yakni SMPN 1, SMPN 4 dan SMP Al-Azhar Syifa Budi. Uji coba tatap muka pada Rabu (4/11) lusa ini hanya diikuti siswa yang mendapatkan izin orang tua.

"Rapid test hari ini juga diikuti oleh guru dan karyawan. Apabila ditemukan guru, karyawan atau siswa yang reaktif, maka akan diminta istirahat dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut," kata Kepala Dinas Pendidikan Solo, Etty Retnowati, saat dihubungi detikcom, Senin (2/11/2020).

Pertemuan sekolah tatap muka akan dibagi menjadi dua shift. Dalam sebulan, separuh siswa masuk dalam dua pekan pertama, separuh sisanya masuk di dua pekan terakhir.

"Total siswa ada sekitar 600 yang akan mengikuti pertemuan tatap muka. Nanti kita bagi dua kelompok tiap dua pekan," ujarnya.

Pihaknya akan memantau pelaksanaan sekolah tatap muka dengan terus melakukan evaluasi. Apabila dirasa berjalan lancar, maka sistem pembelajaran tatap muka akan diperluas.

"Tentu kita awasi setiap hari bagaimana pelaksanaannya. Di akhir pekan kedua nanti kita rapid test lagi. Jika lancar, bisa kita perluas ke kelas VIII dan sekolah lain," ujar Etty.

Terpisah, Kepala SMP Al-Azhar Syifa Budi, Mustaghfirin, mengatakan di sekolahnya ada 32 siswa yang diizinkan orang tua mengikuti sekolah tatap muka. 19 siswa di antaranya masuk dalam gelombang pertama.

"Dua pekan pertama akan diikuti 19 orang. Tetapi hari ini yang mengikuti rapid test baru 12 orang. Masih kita konfirmasi," ujar Mustaghfirin saat ditemui di SMP Al-Azhar Syifa Budi.

Mustaghfirin mengaku telah siap melaksanakan sekolah tatap muka. Siswa bersekolah selama dua jam dan hanya berada di kelas.

"Mulai dari kedatangan, saat belajar sampai pulang siswa kita atur. Tempat cuci tangan kita siapkan. Bagi siswa yang sakit tidak diperbolehkan masuk," kata Mustaghfirin.

(ams/sip)