Update Corona di Jateng 1 November: 35.358 Kasus Positif, 2.611 Meninggal

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 01 Nov 2020 12:36 WIB
Update kasus virus Corona di Jawa Tengah, Minggu (1/11/2020) pukul 12.00 WIB.
Update kasus virus Corona di Jawa Tengah, Minggu (1/11/2020). Foto: (Tangkapan layar corona.jatengpro.go.id)
Yogyakarta -

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperbarui data kasus virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya. Tercatat ada total 35.358 kasus positif virus Corona di Jateng hingga siang ini.

Dari data yang diunggah Pemprov Jateng di website corona.jatengpro.go.id, Minggu (1/11/2020) pukul 12.00 WIB, dari angka tersebut terdiri dari 3.680 pasien Corona masih dirawat, 29.067 pasien sembuh, dan 2.611 meninggal dunia.

Bila dibandingkan dengan data kemarin maka ada penambahan jumlah kasus positif virus Corona di Jateng sebanyak 232 kasus. Selain itu, jumlah pasien Corona yang dirawat berkurang 104, jumlah pasien Corona yang sembuh bertambah 325 dan jumlah pasien meninggal bertambah 10.

Selain itu, masih ada 3.950 kasus suspek virus Corona di Jateng. Bila dibandingkan dengan data kemarin maka ada penurunan jumlah kasus suspek Corona di Jateng yakni sebanyak 5 kasus.

Di situs tersebut Pemprov Jateng kini tak lagi mencantumkan data kasus probabel COVID-19.

Update kasus virus Corona di Jawa Tengah, Minggu (1/11/2020) pukul 12.00 WIB.Update kasus virus Corona di Jawa Tengah, Minggu (1/11/2020) pukul 12.00 WIB. Foto: (Tangkapan layar corona.jatengpro.go.id)

Istilah 'suspek dan probable' tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Tidak ada lagi istilah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), ataupun orang tanpa gejala (OTG).

Berdasarkan Kepmenkes tersebut, berikut ini definisi kasus suspek:

a. Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.

c. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Selanjutnya, kasus Probable yakni kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS***/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

Tonton juga 'Mari Liburan Aman dengan Menghindari Tempat Wisata Hits':

[Gambas:Video 20detik]

(sip/sip)