Diduga Kehabisan Oksigen, Warga Purworejo Tewas Saat Bersihkan Sumur

Rinto Heksantoro - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 18:58 WIB
Petugas evakuasi korban dari dalam sumur di Purworejo, Jumat (30/10/2020).
Petugas evakuasi korban dari dalam sumur di Purworejo, Jumat (30/10/2020). Foto: Dok. Basarnas Yogyakarta
Purworejo -

Seorang warga Purworejo, Jawa Tengah, Rebingan (48), tewas diduga kehabisan oksigen saat membersihkan sumur. Satu orang lainnya, Waluyo (47), selamat meski sempat pingsan.

Kedua korban adalah warga Desa Semono, Kecamatan Bagelen, Purworejo. Keduanya diduga kehabisan oksigen saat membersihkan sumur milik warga di Desa Durensari, Kecamatan Bagelen, siang tadi.

"Korban selamat satu terus yang satunya meninggal dunia. Diduga karena kehabisan oksigen saat membersihkan sumur," kata Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto, ketika dihubungi detikcom, Jumat (30/10/2020).

Sebelum peristiwa nahas itu terjadi, kedua korban bersama teman lainnya, Samidi (47) dan Endri Santoso (34), bermaksud membersihkan lumpur dan semak-semak yang ada di dalam sumur dengan diameter 80 cm dan kedalaman 9 meter. Setelah korban Rebingan sampai di dasar sumur, korban merasa lemas dan berteriak meminta tolong kepada korban Waluyo.

"Kemudian saudara Waluyo memberitahu saudara Endri Santoso. Setelah itu saudara Waluyo dan Endri berusaha memberikan pertolongan kepada korban Rebingan dengan cara turun ke dalam sumur, tetapi sampai pertengahan saudara Waluyo merasakan lemas dan naik lagi ke atas kemudian pingsan," lanjutnya.

Mengetahui hal tersebut, Samidi kemudian melapor kepada kepala desa setempat dan warga yang selanjutnya diteruskan ke polisi. Mendapatkan laporan tersebut, petugas bersama tim medis Puskesmas Dadirejo dan Basarnas Yogyakarta langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Korban yang masih di dalam sumur berhasil dievakuasi pada sore hari. Setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh petugas, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga karena tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

"Karena tidak ditemukan tanda-tanda luka akibat penganiayaan, untuk selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya.

(rih/ams)