Massa Demo di Yogya Tuntut Presiden Prancis Minta Maaf ke Umat Islam

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 15:35 WIB
Massa Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) DIY melakukan aksi mengecam Presiden Perancis Emmanuel Macron di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Jumat (30/10/2020).
Massa Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) DIY melakukan aksi mengecam Presiden Perancis Emmanuel Macron di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Jumat (30/10/2020).Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Yogyakarta -

Massa yang tergabung dalam Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan aksi mengecam Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Mereka juga menuntut sejumlah hal terkait pernyataan Macron yang menhina Islam.

Pantauan detikcom, aksi tersebut berjalan damai di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Tampak beberapa peserta membentangkan spanduk bertuliskan 'the world biggest terrorist France'. Selain itu peserta aksi memasang poster wajah Macron di sejumlah ruas jalan dengan tujuan dapat diinjak.

Presidium FUI DIY, Syukri Fadholi, mengatakan aksi damai ini diikuti massa umat Islam dari berbagai penjuru DIY. Semua itu untuk mengecam tindakan Macron yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW.

"FUI DIY punya tanggung jawab moral untuk menegakkan esensi agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan tatanan kehidupan dunia ini. Karena itu saat Emmanuel Macron melakukan penghinaan kepada agama dan Nabi Muhammad SAW," kata Syukri saat ditemui di lokasi, Jumat (30/10/2020).

"Maka umat Islam harus bangkit untuk memberi peringatan dan warning kepada pelaku itu sendiri," imbuhnya.

Massa Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) DIY melakukan aksi mengecam Presiden Perancis Emmanuel Macron di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Jumat (30/10/2020).Massa Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) DIY melakukan aksi mengecam Presiden Perancis Emmanuel Macron di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Jumat (30/10/2020). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Lanjutnya, ada satu harapan yang besar karena dalam agama perbuatan penista agama yaitu perilaku manusia yang paling buruk dan bisa menghancurkan perdamaian dunia. Oleh karena itu, Macron harus diberi sikap yang tegas dan jelas.

"Protes keras ini agar dia meminta maaf kepada umat Islam di dunia. Jika dia tidak mau maka insyaallah doa bersama umat Islam sedunia Emmanuel akan diberi laknat oleh Allah," ujarnya.

Dia juga meminta agar pemerintah mengambil sikap. Pasalnya Indonesia menganut sistem politik bebas aktif.

"Kita juga minta ke Presiden RI, kan kita politik bebas aktif, maka presiden harus berkewajiban mengingatkan Presiden Prancis. Kalau diperlukan tentunya sikap untuk memutus diplomatik dengan Prancis bisa dilakukan oleh negara ini sebagai pertanggungjawaban politik bebas aktif," ucapnya.

Jika tidak direspons, maka pihaknya akan melakukan aksi lanjutan. "Sudah barang tentu, aksi damai ini akan terus berkelanjut jika tidak direspons pemerintah dan Presiden Prancis. Namun aksi ini insyaallah selalu aksi yang damai selama tidak ada provokasi dari luar," katanya.

(rih/sip)