7 Orang Tinggal Serumah di Tegal Kena Corona, 1 Meninggal

Imam Suripto - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 11:38 WIB
Tujuh orang serumah di Kota Tegal kena Corona, seorang di antaranya meninggal dunia, Jumat (30/10/2020).
Tujuh orang tinggal serumah di Kota Tegal kena Corona, seorang di antaranya meninggal dunia. Foto: Imam Suripto/detikcom
Kota Tegal -

Sebanyak tujuh orang dalam satu rumah di Kota Tegal, Jawa Tengah, terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19. Seorang di antara mereka meninggal dunia.

Mereka terdiri dari keluarga yang menempati rumah di Jalan Kamboja RT 02 RW 2 Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Para pasien ini merupakan OTG dan sedang melakukan isolasi mandiri di kediamannya.

Ketua di Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Kota Kota Tegal, Wisantoro, saat dimintai konfirmasi membenarkan informasi tersebut. Tujuh orang tersebut merupakan dua keluarga yang tinggal dalam satu rumah.

"Jumlah seluruhnya ada 11 orang, tujuh di antaranya tinggal satu rumah. Mereka itu dua keluarga dan sekarang menjalani isolasi mandiri, dan ada satu orang yang dirawat," kata Wisantoro kepada wartawan di rumahnya, Jumat (30/10/2020).

Salah seorang anggota keluarga tersebut yakni terkonfirmasi positif corona adalah A (27). Saat ditemui wartawan dia menyampaikan, dari tujuh orang penghuni rumah itu yang kena Corona, enam orang di antaranya tanpa gejala dan seorang meninggal dunia. Bersama anggota keluarga lain, A kini menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Selama menjalani isolasi mandiri, A menutup rapat rumahnya agar tidak ada orang masuk untuk bertamu. Hal ini agar orang lain tidak ikut tertular virus.

"Makanya kita tulis di depan pintu mohon maaf tidak menerima tamu sedang isolasi mandiri," kata A sambil menunjuk tulisan.

Tenaga honorer di Kantor Pelelangan ini menjelaskan, keluarganya dinyatakan positif corona bermula saat istrinya, L (25) mengalami sakit penyempitan pembuluh di kepala. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit Mitra Siaga.

"Saat itu almarhumah istri keluhannya bukan batuk atau sesak nafas tapi karena keluhannya ada di kepala. Sebelum meninggal istri di rawat di Rumah Sakit Mitra Siaga Kabupaten Tegal dan hasil swab keluar positif setelah istri meninggal," kata A.

Setelah kematian istrinya, A dan orang dalam satu rumah itu melakukan tes swab. Hasilnya enam orang positif virus Corona. A bercerita mendiang istrinya seorang ibu rumah tangga yang tak pernah pergi ke mana-mana.

"Kalau belanja saja dia beli sayur di pedagang keliling yang lewat di rumah, jadi nggak ke mana-mana," tutur A.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr Sri Primawati kepada sejumlah wartawan menyampaikan, dari jumlah terkonfirmasi positif virus Corona di Kota Tegal didominasi dari klaster keluarga.

"Penambahan pasien positif (virus Corona) kebanyakan dari klaster keluarga," ucapnya kepada wartawan.

(sip/mbr)