PPP Jateng Sebut Wajar Sandiaga Uno Masuk Bursa Ketum, Ini Alasannya

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 18:55 WIB
Ketua DPW PPP Jawa Tengah Masruhan Samsuri, Senin (26/10/2020).
Ketua DPW PPP Jawa Tengah Masruhan Samsuri, Senin (26/10/2020). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang -

Nama Sandiaga Uno masuk dalam bursa kandidat Calon Ketua Umum PPP. Ketua DPW PPP Jawa Tengah (Jateng) Masruhan Samsuri menganggap hal itu wajar karena Sandiaga punya perhatian terhadap umat muslim.

Masruhan mengatakan memang banyak nama yang muncul jelang Muktamar PPP, baik nama dari internal partai maupun dari luar partai yang salah satunya Sandiaga.

"Menjelang Muktamar PPP yang kemungkinan diselenggarakan Desember atau Januari nanti muncul banyak nama, misal dari luar ya ada nama Sandi. Bagi saya pribadi itu hal wajar saja kalau nama Sandi dilirik oleh sebagian orang di PPP," kata Masruhan saat ditemui detikcom di gedung DPRD Jateng, Senin (26/10/2020).

"Karena kita tahu punya reputasi bagus di samping dalam tanda petik punya perhatian di kalangan umat, itu terbukti pada agenda atau pilihan presiden kemarin, itu wajar," sambungnya.

Ia mengatakan Sandi memang bukan dari organisasi keagamaan, namun konsep memajukan perekonomian umat menurut Masruhan sudah bagus.

"Saat pilpres punya konsep bagus soal ekonomi umat, itu daya tarik, jadi kami punya asumsi Sandi punya kepedulian pada umat khususnya pada kapasitas dia sebagai pengusaha," katanya.

Nama-nama lain yang sempat muncul, lanjut Masruhan yaitu Khofifah Indar Parawansa, Gus Ipul, Suharso Monoarfa dan Muhamad Mardiono. Sedangkan kader tingkat DPC di Jawa Tengah juga ada beberapa nama.

"Beberapa cabang usulkan nama Gus Yasin, wajar kan Wagub Jateng, ada pak Arsul Sani (Sekjen PPP), kan itu orang Pekalongan. Ada lagi pak Arwani Thomafi itu asli Lasem Rembang itu cukup punya nama karena punya hubungan baik dengan DPC, sekarang wakil ketua umum (PPP)," paparnya.

Sementara itu terkait sosok seperti apa yang diharapkan PPP Jateng untuk duduk sebagai ketua umum, Masruhan menjelaskan sosok itu harus punya kepedulian yang bisa meningkatkan etos kerja PPP. Jika sosok itu terkena atau punya reputasi sebelumnya, itu hanya dijadikan penunjang.

"Pertama orang yang punya kepedulian dan terbukti untuk meningkatkan etos kerja PPP, bisa tingkatkan kinerja partai, itu yang ideal. Ditunjang, ini hanya penunjang, orangnya populer atau punya reputasi, itu nomor dua atau tiga," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, nama sejumlah tokoh mencuat untuk mengisi kursi Ketua Umum PPP. Bahkan, nama Sandiaga Uno pun diusulkan oleh sejumlah DPC PPP untuk menjadi ketum Partai Ka'bah itu.

"Sementara ada sejumlah DPC yang juga mewacanakan Sandiaga Uno. Ya itu kan hak untuk menyampaikan, tetapi semua tergantung kepada muktamirin, siapa yang akan dipilih nanti," kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi saat dihubungi wartawan, Minggu (25/10).

(rih/sip)