106 Warga Kontak Pasien Corona, 1 RT di Solo Di-lockdown

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 13:55 WIB
Pintu masuk ke RT di Solo ditutup bambu karena warganya isolasi mandiri. Foto diambil Senin (26/10/2020).
Pintu masuk ke RT di Solo ditutup bambu karena warganya isolasi mandiri. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Pelacakan dari warga positif virus Corona atau COVID-19 di Kelurahan Bumi, Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah berkembang hingga satu RT. Sebanyak 106 warga yang tinggal satu kampung dengan pasien COVID-19 harus menjalani karantina mandiri.

Lurah Bumi, Nurul Umam, mengatakan 106 warga itu terbagi dalam 37 KK. Mereka pernah berkontak dengan warga yang sebelumnya sudah dinyatakan positif virus Corona.

"Ada 10 warga yang sebelumnya dinyatakan positif COVID-19. Setelah di-tracing, ada 37 keluarga atau 106 orang yang pernah kontak," kata Nurul saat dihubungi wartawan, Senin (26/10/2020).

Kasus berawal ketika diketahui seorang juru parkir positif COVID-19. Setelah dilacak, total 10 orang yang terpapar virus Corona itu.

"Sampai saat ini ada 10 orang yang positif COVID-19. Dirawat di RSUD Bung Karno dan RS Kasih Ibu, semoga tidak bertambah," ujar dia.

Akibatnya, satu kampung di RT 03/RW 06 harus ditutup selama dua pekan sejak Sabtu (24/10) lalu. Warga diminta tetap mengkarantina diri di rumah.

"Karena termasuk padat penduduk, jadi kontak tracing-nya banyak. Ini kita tutup agar tidak ada warga keluar masuk," ujar Nurul.

Selama masa karantina, Nurul memastikan kebutuhan warga tercukupi. Pihaknya terus menyuplai makanan untuk warga yang dikarantina.

"Kami sudah koordinasi dengan warga, mereka kooperatif. Kami pastikan kebutuhan logistik mereka tercukupi," ucapnya.

Selain kasus tersebut, sebelumnya muncul klaster keluarga di Kelurahan Bumi. Kasus dilacak dari kontak yang hadir dalam acara ulang tahun keluarga. Belasan orang terpapar virus Corona dalam klaster itu.

(ams/sip)